Jakarta - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus mendorong percepatan penyediaan hunian layak di seluruh Indonesia. Hingga 31 Oktober 2025, lima balai dengan realisasi keuangan di bawah rata-rata nasional tetap menunjukkan komitmen kuat untuk menyelesaikan program perumahan dan permukiman rakyat. Setiap unit rumah, PSU, dan lokasi sanitasi yang dibangun memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. BP3KP Maluku menempati posisi terendah dengan realisasi 46,15 persen, namun terus mempercepat pembangunan rumah susun, BSPS, dan penanganan kawasan kumuh. Sementara itu, BP3KP Kalimantan I mencatat 58,65 persen dengan capaian pembangunan rumah susun, ribuan unit BSPS, dan penanganan kumuh di berbagai titik. Di Papua I, progres 61,61 persen mencerminkan kerja keras melalui pembangunan rusun, rumah khusus, dan program PSU yang tersebar di empat provinsi baru Papua.
Ambon, 30 Oktober 2025 – Staf Ahli Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, IPTEK, Industri dan Lingkungan, Tasdiyanto menghadiri pelaksanaan Serah Terima Buku Tabungan (Serbutab) Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2025 yang dilakukan oleh Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Maluku bersama PT Bank Mandiri Cabang Pattimura Maluku kepada masyarakat penerima bantuan Tahun ini, BP3KP Maluku mengalokasikan 81 unit BSPS yang tersebar di Ambon, Maluku Tengah, dan Kepulauan Tanimbar. Setiap penerima memperoleh bantuan stimulan senilai Rp20 juta untuk peningkatan kualitas rumah secara swadaya.
Tarakan — Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Tarakan, Kalimantan Utara, Staf Ahli Menteri Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Industri dan Lingkungan Tasdiyanto meninjau Rumah Khusus Hapernas di Kota Tarakan yang menjadi salah satu contoh praktik baik penyediaan hunian layak bagi tenaga kesehatan. Satuan Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Kalimantan Utara meraih penghargaan sebagai pengelola rumah khusus terbaik tingkat nasional. Sebagai tindak lanjut capaian tersebut, Satker berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Tarakan membangun 20 unit rumah khusus tipe kopel yang diperuntukkan bagi tenaga paramedis di wilayah setempat.
Sumedang - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri acara budaya akbar “Medal Gapura Ekosistem Budaya Kasumedangan”, sekaligus sosialisasi Kredit Program Perumahan (KPP)/KUR Perumahan dan peluncuran Program Sumedang Investment Experience (SIX) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada Rabu (29/10/2025). Menteri Ara mendorong agar Sumedang menjadi pusat budaya Sunda di Jawa Barat, tempat di mana budaya, perumahan, dan ekonomi rakyat tumbuh bersama. “Sumedang ini punya sejarah panjang dan kekuatan budaya luar biasa. Kami ingin Sumedang menjadi pusat budaya Sunda di Jawa Barat, nilai-nilai tradisi dijaga sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi rakyat,” ujar Menteri Ara.
Cirebon - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan pentingnya skema pembiayaan yang memberdayakan masyarakat agar tidak lagi bergantung pada rentenir. Untuk itu ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi rakyat. Dalam kegiatan Sosialisasi KUR Perumahan dan FLPP bersama SMF & PNM Melawan Rentenir di Bale Jaya Dewata, Cirebon, Kamis (30/10/2025), Menteri Maruarar menyebut lembaga seperti Sarana Multigriya Finansial (SMF) dan Permodalan Nasional Madani (PNM) memiliki peran penting dalam membuka akses pembiayaan yang sehat bagi masyarakat kecil.
Jakarta - Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menggelar serah terima kunci Rumah Susun bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri di kawasan Wisma Atlet Pademangan, Rabu (29/10/2025). Agenda peresmian dilakukan oleh Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro dan Sekretaris Jenderal Kementerian PKP Didyk Choiroel. Wamensesneg Juri Ardiantoro menegaskan pentingnya pemerataan hunian bagi seluruh masyarakat. “Seluruh warga negara Indonesia harus memiliki hunian yang layak. Program 3 Juta Rumah adalah program strategis yang harus kita dukung bersama,” ujarnya.