Majalengka — Jajaran Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Bupati Majalengka, perwakilan perbankan, serta pengembang perumahan subsidi meninjau langsung sentra produksi genteng di Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Sabtu (28/2/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kualitas produk, mendengar langsung kendala para pengrajin, serta menyerap kebutuhan pasar dan pengembang perumahan dalam rangka program gentengisasi. Sentra genteng Jatiwangi telah beroperasi sejak tahun 1957 dan dikenal sebagai salah satu pusat produksi genteng terbesar yang mendistribusikan produknya ke berbagai wilayah di Indonesia. Namun, sejak pandemi Covid-19, jumlah pengrajin mengalami penurunan. Saat ini tercatat sekitar 217 pengrajin genteng, dengan sekitar 200 di antaranya masih aktif berproduksi.
Jakarta — Dalam rangka mempercepat peningkatan kualitas hunian masyarakat, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, berdiskusi dengan Gubernur Sulawesi Utara dan Gubernur Papua Selatan terkait penanganan kawasan kumuh, penyediaan hunian layak, serta penyaluran BSPS yang berbasis keadilan, Jumat (27/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, Menteri PKP menyampaikan evaluasi terhadap pelaksanaan program penataan kawasan kumuh sebelumnya yang dinilai belum berkelanjutan. Menurutnya, penanganan kawasan kumuh kerap tidak bertahan lama karena hanya berfokus pada perbaikan fisik tanpa penguatan aspek sosial dan ekonomi masyarakat.
Jakarta — Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menegaskan dukungan penuh terhadap program Gentengisasi Nasional sebagai bagian dari pelaksanaan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan rumah rakyat yang lebih layak, sejuk, dan berkualitas. Hal tersebut disampaikan Menteri PKP Maruarar Sirait (Menteri Ara) dalam agenda Buka Puasa Bersama dan Rapat Gentengisasi bersama Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI), jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Majalengka, serta para pengusaha genteng sentra Jatiwangi.
Jakarta – Dukungan perbankan nasional terhadap Kredit Program Perumahan (KPP) terus menunjukkan tren positif. Hingga periode 1 Januari sampai 26 Februari 2026, Bank Rakyat Indonesia (BRI) tercatat sebagai bank dengan realisasi penyaluran KPP terbesar secara nasional. Dari total penyaluran KPP sebesar Rp 6,10 triliun, BRI merealisasikan pembiayaan Rp 3,42 triliun kepada 25.909 debitur, atau lebih dari separuh total debitur nasional. Capaian tersebut menunjukkan kontribusi signifikan BRI dalam memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat.