Jakarta — Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menegaskan dukungan penuh terhadap program Gentengisasi Nasional sebagai bagian dari pelaksanaan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan rumah rakyat yang lebih layak, sejuk, dan berkualitas.
Hal tersebut disampaikan Menteri PKP Maruarar Sirait (Menteri Ara) dalam agenda Buka Puasa Bersama dan Rapat Gentengisasi bersama Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI), jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Majalengka, serta para pengusaha genteng sentra Jatiwangi.
“Program ini bukan charity. Ini program kualitas dan keberlanjutan. UMKM harus naik kelas, industrinya kuat, dan rumah rakyat tidak panas. Kita ingin multiplier effect-nya terasa. Masyarakat senang, industri tumbuh,” tegas Menteri Ara.
Dalam pertemuan tersebut, tercapai kesepakatan harga genteng sebesar Rp4.300 per unit sampai di lokasi proyek untuk wilayah Jawa Barat. Salah satu pengembang menyampaikan komitmen transaksi awal senilai sekitar Rp12,6 miliar dari satu pelaku usaha. Targetnya, transaksi perdana dapat direalisasikan pada awal April.
Menteri Ara menekankan bahwa tantangan utama program ini adalah menjaga kualitas dan kapasitas produksi. Genteng yang diproduksi harus memenuhi standar ketahanan minimal 15 tahun, tahan panas dan hujan, serta memiliki nilai estetika, termasuk pengembangan model flat untuk kebutuhan desain perumahan modern.
Untuk menjamin mutu, pemerintah daerah akan memfasilitasi proses sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI). Sekretaris Daerah Jawa Barat menyampaikan bahwa tahapan SNI meliputi proses permohonan, verifikasi, hingga audit, dengan pendampingan dari pemerintah provinsi agar pengusaha genteng dapat memenuhi standar secara menyeluruh.
Dari sisi pembiayaan, BRI menyatakan kesiapan mendukung melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan. Dirut BRI menegaskan peran BRI sebagai penghubung antara pengrajin genteng dan pengembang perumahan, sehingga ekosistem industri daerah dapat tumbuh sehat dan berkelanjutan.
“Buyer sudah jelas, demand sudah ada. Yang penting kualitas dijaga dan produksinya cukup. BRI siap berada di tengah untuk memperkuat pembiayaan UMKM dan sektor perumahan,” ujarnya.
Program Gentengisasi juga terhubung dengan kebutuhan besar rumah subsidi dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Jawa Barat yang membutuhkan pasokan genteng dalam jumlah signifikan. Dengan orkestrasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, pengembang, dan pengrajin, Majalengka diproyeksikan menjadi salah satu sentra utama penyedia genteng nasional.
“Kita mulai dari Jawa Barat. Kalau ini berhasil, kita lanjut ke daerah lain seperti Jawa Tengah. Kuncinya kualitas, konsistensi produksi, dan komitmen bersama,” tutup Menteri Ara. (Vir)