Jakarta - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait optimis para pengusaha Indonesia yang tergabung dalam KADIN Indonesia serta UMKM akan bisa meningkat usahanya dan makin "naik kelas dan menyala" dengan memanfaatkan Kredit bersubsidi yakni Kredit Program Perumahan (KPP). Melalui KPP ini pemerintah menyediakan kredit modal kerja dan kredit investasi dari sisi penyediaan dan permintaan sehingga diharapkan mampu mendorong capaian Program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) melakukan pertemuan dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy, Senin (8/9/2025).
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) didampingi Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI masa bakti 2022-2025 Akbar Himawan Buchari pada Minggu (7/9/2025), mensosialisasikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) program perumahan di hadapan para pengusaha muda.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI, Kamis (4/9/2025) menyampaikan rencana kerja dan anggaran Kementerian PKP Tahun Anggaran 2026 yang diusulkan dengan pagu Rp10,89 triliun untuk 406.457 unit rumah dan program pendukungnya. Dari total tersebut, sebesar Rp8,9 triliun atau 81 persen dialokasikan khusus untuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). “Anggaran BSPS di tahun 2026 meningkat signifikan dibanding tahun 2025. Jika sebelumnya Rp1,02 triliun untuk 45.073 unit, tahun depan naik 773,5 persen menjadi Rp8,9 triliun untuk 400 ribu unit. Peningkatan ini sesuai arahan Presiden dan hasil diskusi dengan pimpinan serta anggota Komisi V DPR agar lebih memprioritaskan program untuk masyarakat dan juga berdampak bagi peningkatan lapangan kerja,” ujar Menteri Ara.