Jakarta - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mendorong penguatan sinergi program perumahan bersama Taspen dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam pertemuan strategis yang turut dihadiri Wakil Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, di Jakarta, Selasa (21/4/2026). Pertemuan ini membahas berbagai langkah konkret dalam memperluas akses pembiayaan perumahan serta percepatan penyediaan hunian layak bagi masyarakat, khususnya aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di wilayah NTT. Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjawab tantangan penyediaan perumahan di daerah.
JAKARTA – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menggelar pertemuan koordinasi intensif program perumahan bersama para pemangku kepentingan di Ruang Kerja Menteri, Lantai 21 Wisma Mandiri, Thamrin, Jakarta, Senin (20/4/2026). Rapat ini merupakan bagian dari langkah akselerasi Kementerian PKP dalam memastikan proyek-proyek strategis perumahan berjalan sesuai target serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
JAKARTA – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus memperkuat langkah strategis dalam pemanfaatan aset tanah negara guna mendukung penyediaan perumahan bagi masyarakat. Menteri PKP, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa koordinasi lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci utama dalam memastikan aset negara dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.
Jakarta — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bertemu dengan Kepala Badan Pengawasan Keuanagn dan Pembangunan Muhammad Yusuf Ateh di Kantor BPKP, Jakarta Timur, Senin (20/4). Pertemuan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat pengawasan dan meningkatkan kualitas pelaksanaan program-program perumahan, salah satunya Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Dalam pertemuan tersebut, Menteri PKP menyampaikan bahwa total anggaran Kementerian PKP pada tahun ini mencapai sekitar Rp10 triliun, dengan sekitar 80 persen dialokasikan untuk program BSPS. Melalui alokasi tersebut, pemerintah menargetkan dapat menjangkau sekitar 400 ribu penerima manfaat yang rumahnya akan diperbaiki.