Minggu, 08 November 2026 93 kali
Bagikan:

MAJALENGKA, JAWA BARAT — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiyono secara resmi meluncurkan pengiriman 2,4 juta genteng produksi Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Minggu (8/11/2026).

 

"Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menggerakkan ekonomi daerah, memperkuat industri genteng lokal, meningkatkan kapasitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sekaligus mendukung penyediaan hunian layak melalui Program Gentengisasi yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto," ujar Menteri PKP.


Peluncuran pengiriman 2,4 juta genteng yang dilaksanakan di Lapangan Pasar Lama Jatiwangi tersebut menandai dimulainya distribusi jutaan genteng produksi masyarakat Majalengka ke berbagai wilayah Indonesia. Program ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan material pembangunan dan peningkatan kualitas rumah masyarakat, tetapi juga menjadi upaya pemerintah dalam menghidupkan kembali industri berbasis potensi lokal serta memperkuat ekonomi kerakyatan.


Sebelum kegiatan dimulai, Menteri PKP Maruarar Sirait bersama Menko PMK Sugiyono menyempatkan diri makan siang bersama para pengemudi truk, kernet, pengrajin genteng, masyarakat, dan pelaku UMKM. Suasana kebersamaan dan gotong royong terlihat melalui tradisi liwetan yang menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Jawa Barat.


Acara kemudian dibuka dengan pertunjukan Tari Topeng Wuwung Kawangi oleh Sanggar Ranca-Ge yang menampilkan kekayaan budaya dan tradisi masyarakat Majalengka.


"Hari ini kita menjalankan perintah dari Presiden Prabowo untuk penyediaan 2,4 juta genteng dan kami memilih berkeringat dan kerja keras bersama semua pihak di Jawa Barat untuk jangan takut memulai sesuatu yang baru terhadap UMKM. Ini merupakan tindak lanjut nyata atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat industri dalam negeri sekaligus memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat," ujar Menteri Ara.


Menurutnya, pesanan genteng dalam jumlah besar ini akan memberikan dampak nyata terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya para pengrajin dan pelaku UMKM di Kecamatan Jatiwangi. Peningkatan permintaan diharapkan mampu mendorong produktivitas, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menjaga keberlangsungan industri genteng lokal.


Dalam kesempatan tersebut, Menteri Ara juga memberikan apresiasi kepada para pengemudi dan kernet truk yang menjadi bagian penting dalam proses distribusi genteng ke berbagai daerah.


"Mana tepuk tangannya sopir dan kernet truk yang akan mengirimkan genteng ke seluruh Jawa Barat dan DKI Jakarta serta Banten. Terima kasih banyak, kami doakan sehat selalu," ungkapnya.


Sebanyak 2,4 juta genteng telah disiapkan untuk pengiriman dengan melibatkan sekitar 450 unit truk pada tahap awal dan total armada yang direncanakan mencapai 600 truk. Distribusi tersebut akan menjangkau 27 kabupaten/kota, termasuk wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten, untuk mendukung berbagai program perumahan, khususnya program bedah rumah yang dilaksanakan pemerintah daerah.


Selain itu, pengiriman genteng juga diarahkan untuk memenuhi kebutuhan perumahan di Majalengka serta mendukung kolaborasi dengan pengembang dan mitra sektor swasta.

Menteri PKP menegaskan bahwa pemerintah akan memastikan seluruh proses distribusi berjalan secara terkoordinasi dengan melibatkan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Pengawasan dilakukan terhadap kesesuaian jumlah genteng, pemenuhan standar kualitas, serta ketepatan waktu pengiriman. Pendataan tenaga kerja yang terlibat juga perlu dilakukan agar dampak ekonomi dari program tersebut dapat terukur secara jelas.

Program pengiriman 2,4 juta genteng ini melibatkan 34 unit usaha kecil dan menengah di Kabupaten Majalengka, khususnya Kecamatan Jatiwangi. Seluruh 34 UMKM tersebut telah mengantongi sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI), sementara 11 UMKM lainnya masih dalam proses sertifikasi.

"Keterlibatan para pelaku UMKM tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan peningkatan permintaan genteng dapat memberikan manfaat secara langsung kepada produsen lokal. Selain memperkuat kapasitas produksi, program ini juga diharapkan membuka peluang pengembangan usaha dan memperluas pasar produk genteng Jatiwangi," terangnya.


Sebagai bentuk pengakuan atas pencapaian tersebut, dalam kegiatan ini juga dilaksanakan penyerahan penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) kepada Kabupaten Majalengka atas keberhasilan mencatatkan rekor Pengiriman Genteng Terbanyak untuk produksi genteng Jatiwangi. Pencapaian ini semakin mengukuhkan posisi Jatiwangi sebagai salah satu sentra industri genteng tanah liat nasional.


Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiyono menyampaikan bahwa Program Gentengisasi juga memiliki keterkaitan erat dengan pelestarian kebudayaan dan warisan tradisi masyarakat Indonesia.


"Sesuai dengan tema Gentengisasi, ada kaitannya dengan kebudayaan. Kita memiliki warisan budaya turun-temurun dan ini adalah bukti bahwa dalam rangka menjaga kelestarian budaya yakni mengembalikannya dengan unsur alam adalah dengan Program Gentengisasi," ujar Sugiyono.


Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa Program Gentengisasi merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong terwujudnya lingkungan permukiman yang lebih indah dan tertata sekaligus memperkuat industri rakyat dalam negeri.

"Pesan Presiden yakni Indonesia ASRI, dan atap rumah harus indah, maka lahirlah Gentengisasi ini. Kegiatan hari ini merupakan komitmen Presiden Prabowo terhadap industri rakyat dalam negeri melalui Bapak Ara Sirait," ungkap Dedi Mulyadi.

Bupati Majalengka Eman Suherman juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat kepada masyarakat Majalengka untuk memenuhi kebutuhan 2,4 juta genteng dalam program tersebut.

"Saya selaku Bupati Majalengka mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden atas kepercayaan yang diberikan dalam menyediakan 2,4 juta genteng dari Majalengka," ujarnya.

Program Gentengisasi merupakan salah satu langkah strategis dalam mendukung Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Melalui program ini, pemerintah mendorong perubahan wajah permukiman Indonesia agar semakin tertata, sehat, nyaman, dan memiliki nilai estetika.

Presiden Prabowo menargetkan Indonesia dapat terbebas dari penggunaan atap seng berkarat dalam kurun waktu 2–3 tahun. Penggunaan genteng tanah liat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan kualitas lingkungan hunian sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan potensi industri lokal.

Dari sisi kenyamanan hunian, genteng tanah liat memiliki kemampuan menyerap dan menghambat perpindahan panas serta membantu meredam kebisingan saat hujan. Dengan demikian, penggunaan genteng diharapkan dapat mendukung terciptanya rumah yang lebih nyaman dan layak huni bagi masyarakat.

Menyongsong Gerakan Indonesia ASRI 2027, kebutuhan genteng produksi Majalengka diproyeksikan meningkat dari 2,4 juta unit menjadi 3 juta unit. Pengembangan program juga direncanakan berlanjut ke sejumlah daerah sentra industri genteng lainnya, termasuk Kebumen, Jawa Tengah, dan Trenggalek, Jawa Timur.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kementerian PKP juga melaksanakan penyerahan mock-up Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan secara simbolis kepada delapan debitur. Program ini merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha di sektor perumahan, termasuk pengrajin dan produsen material bangunan.

Selain itu, dilakukan pula penyerahan Sertipikat Rumah Gratis secara simbolis kepada delapan orang penerima manfaat sebagai bagian dari upaya pemerintah memberikan kepastian hukum atas kepemilikan rumah bagi masyarakat.

Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa peningkatan anggaran yang diterima Kementerian PKP pada tahun ini merupakan bentuk kepercayaan Presiden Prabowo Subianto dan masyarakat kepada kementerian untuk mempercepat pelaksanaan program perumahan yang berpihak kepada rakyat.

Kementerian PKP terus mendorong berbagai program prioritas yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, di antaranya Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau Bedah Rumah, KUR Perumahan, serta berbagai kemudahan akses pembiayaan dan kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Melalui berbagai program tersebut, Kementerian "PKP berupaya memastikan pembangunan sektor perumahan tidak hanya berfokus pada penyediaan unit rumah, tetapi juga memperkuat ekosistem industri perumahan, menciptakan lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," terangnya.

Menteri Ara berharap momentum peluncuran pengiriman 2,4 juta genteng Jatiwangi menjadi awal peningkatan kapasitas produksi industri genteng nasional sekaligus memperluas keterlibatan UMKM dalam pembangunan sektor perumahan.

Kegiatan diakhiri dengan prosesi pelepasan armada truk yang membawa genteng produksi Jatiwangi menuju berbagai wilayah tujuan. Para pengemudi dan kernet bersiap mengantarkan produk unggulan Majalengka untuk mendukung program perumahan pemerintah dan kolaborasi bersama berbagai pihak.

Peluncuran ini turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiyono, Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji, Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, Wakil Menteri Dalam Negeri III Ahmad Wiyagus, Wakil Kepala BPKP Aryanto Wibowo, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Bupati Majalengka Eman Suherman, CEO Lippo Group James Riady, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, serta sejumlah pejabat kementerian/lembaga, pemerintah daerah, perbankan, asosiasi, dan pelaku industri perumahan.
(BIRO KOMUNIKASI PUBLIK KEMENTERIAN PKP/HRS)

Bantu kami meningkatkan layanan dengan mengisi survey singkat ini!

Isi Survey
Isi Survey survey