Minggu, 08 November 2026 45 kali
Bagikan:

MAJALENGKA, JAWA BARAT — Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan yang diinisiasi pemerintah melalui sinergi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) terus memberikan dampak nyata bagi penguatan ekonomi masyarakat.


Salah satu manfaatnya dirasakan oleh Euis Lia Eliawati, pemilik Warung Makanan Pedesan Entog di Kelurahan Sindangkasih, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, yang berhasil meningkatkan omzet usahanya hingga 75,4 persen setelah memperoleh fasilitas pembiayaan KUR Perumahan sebesar Rp400 juta.


"Kami ingin memastikan pelaksanaan KUR Perumahan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil. Kunjungan lapangan untuk melihat langsung perkembangan usaha debitur KUR Perumahan," ujar Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Sri Haryati, didampingi Plt. Direktur Jenderal Perdesaan Teddy Paul H. Siagian, Staf Ahli Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Iptek, Industri, dan Lingkungan Riadi, serta Staf Khusus Bidang Perbankan dan Pembiayaan Dwidadi Sugito di Majalengka, Jawa Barat, Minggu (8/11/2026).


Dalam kunjungan tersebut, jajaran Kementerian PKP berdialog langsung dengan Euis untuk mengetahui pengalaman debitur dalam mengakses pembiayaan, mulai dari proses pengajuan, kemudahan administrasi, kecepatan pelayanan hingga pencairan dana.


Euis memperoleh fasilitas pembiayaan sebesar Rp400 juta dengan suku bunga 6 persen per tahun dan tenor 60 bulan. Dana tersebut dimanfaatkan untuk merenovasi dan mengembangkan rumah yang sekaligus menjadi tempat usahanya, meliputi peremajaan bangunan warung, pembenahan area dapur, penataan ruang makan, serta perluasan area parkir.

"Pemanfaatan pembiayaan tersebut memberikan dampak positif terhadap kapasitas dan produktivitas usaha. Setelah renovasi, omzet Warung Makanan Pedesan Entog meningkat dari sebelumnya Rp1 juta per hari atau sekitar Rp30 juta per bulan menjadi Rp1,754 juta per hari atau Rp45,604 juta per bulan. Dengan demikian, terjadi peningkatan omzet sebesar 75,4 persen," katanya.

Tidak hanya omzet, peningkatan kinerja usaha juga terlihat dari laba bersih harian yang sebelumnya sekitar Rp450 ribu kini meningkat menjadi Rp780 ribu. Perbaikan fasilitas usaha turut memberikan kenyamanan lebih bagi pelanggan sekaligus mendukung pengembangan usaha secara berkelanjutan.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa KUR Perumahan tidak hanya menjadi instrumen pembiayaan untuk memperbaiki kualitas bangunan rumah, tetapi juga mampu mendorong pengembangan usaha produktif berbasis rumah. Melalui skema pembiayaan ini, masyarakat dapat mengoptimalkan fungsi hunian sebagai tempat tinggal sekaligus ruang kegiatan ekonomi yang memberikan nilai tambah bagi keluarga.

Kementerian PKP terus memperkuat kolaborasi dengan sektor perbankan, termasuk BRI, untuk memperluas akses pembiayaan perumahan yang produktif, mudah dijangkau, dan memberikan dampak ekonomi langsung. Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mendukung Program 3 Juta Rumah sebagai salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

"Melalui semangat Gotong Royong Membangun Rumah untuk Rakyat, Kementerian PKP mendorong agar program KUR Perumahan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, tidak hanya dalam meningkatkan kualitas hunian, tetapi juga memperkuat ekonomi keluarga, mengembangkan usaha mikro, serta membuka peluang lapangan kerja di lingkungan masyarakat," harapnya.
(BIRO KOMUNIKASI PUBLIK KEMENTERIAN PKP/ HRS)

Bantu kami meningkatkan layanan dengan mengisi survey singkat ini!

Isi Survey
Isi Survey survey