Minggu, 01 November 2026 88 kali
Bagikan:

Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau langsung hasil perbaikan rumah penerima bantuan Program Bedah Rumah di Kelurahan Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (1/11/2026). Kunjungan ini merupakan bentuk komitmen Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat melalui perbaikan rumah tidak layak huni.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri PKP melihat langsung kondisi rumah warga yang telah selesai diperbaiki melalui program Bedah Rumah. Salah satu penerima bantuan adalah Siswanto, seorang sopir mikrolet dengan penghasilan sekitar Rp2 juta per bulan.

Siswanto tinggal bersama tujuh anggota keluarganya di rumah seluas 16,6 meter persegi. Sebelum diperbaiki, rumahnya mengalami kebocoran karena masih menggunakan triplek dan atap asbes. Lantai dua rumahnya juga masih menggunakan papan.

Kini, setelah mendapatkan bantuan Bedah Rumah, kondisi hunian Siswanto menjadi lebih nyaman, aman, sehat, dan tidak lagi mengalami kebocoran. Lantai dua yang sebelumnya menggunakan papan kini telah diperbaiki menggunakan lantai yang lebih layak. Perbaikan rumah dimulai pada 10 September 2026 dan selesai pada 29 Oktober 2026.

Penerima bantuan lainnya adalah Tasirin (48), seorang pemulung botol dengan penghasilan sekitar Rp900 ribu per bulan. Ia tinggal bersama dua anggota keluarganya di rumah seluas 17 meter persegi.

Sebelum diperbaiki, rumah Tasirin juga mengalami kebocoran sehingga ia harus menggunakan baskom untuk menampung air yang masuk. Setelah mendapatkan bantuan Bedah Rumah, kondisi huniannya kini menjadi lebih nyaman untuk ditempati bersama keluarga.

Penyelesaian perbaikan rumah para penerima bantuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat. Menteri PKP Maruarar Sirait berharap pelaksanaan Program Bedah Rumah di berbagai daerah dapat terus dipercepat untuk mendukung pencapaian target perbaikan 400.000 unit rumah.

“Harapannya, program Bedah Rumah di daerah-daerah lain juga dapat segera diselesaikan sehingga target 400.000 unit rumah dapat tercapai,” ujar Menteri Ara.

Program Bedah Rumah merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat dan semangat gotong royong. Melalui program ini, pemerintah memberikan bantuan stimulan agar masyarakat dapat memperbaiki rumahnya secara swadaya sehingga menjadi lebih layak, aman, dan nyaman untuk dihuni.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri PKP juga menyampaikan kolaborasi Kementerian PKP dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam program pemberian satu juta sertifikat rumah gratis bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan pada tahun 2026. Program ini diharapkan dapat ditingkatkan menjadi tiga juta sertifikat rumah gratis pada tahun 2027.

Selain itu, Menteri PKP turut mendorong dukungan permodalan usaha melalui PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk memperkuat perekonomian keluarga. Salah satu dukungan yang disampaikan adalah penurunan bunga pembiayaan PNM dari 22 persen menjadi 8 persen.

Menteri Ara menegaskan bahwa upaya pemerintah tidak hanya berfokus pada penyediaan hunian yang layak, tetapi juga pada penguatan ekonomi keluarga.

“Sertifikatnya diberikan gratis, ekonomi keluarganya dibantu supaya usahanya maju, rumahnya dibedah,” ujar Menteri Ara.

Melalui berbagai program tersebut, Kementerian PKP terus mendorong peningkatan kualitas hunian sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah. Dukungan terhadap kepastian hukum kepemilikan rumah dan pengembangan usaha keluarga diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat secara berkelanjutan. (BIRO KOMUNIKASI PUBLIK KEMENTERIAN PKP)

Bantu kami meningkatkan layanan dengan mengisi survey singkat ini!

Isi Survey
Isi Survey survey