Jumat, 29 Mei 2026 18 kali

Kendari — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae, Anggota Komisi V DPR RI Ahmad Safei, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, dan Wali Kota Kendari Siska Karina Imran meninjau langsung calon penerima bantuan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (29/5).

Kunjungan dilakukan di RT 2 RW 1, Kelurahan Poasia, Kecamatan Abeli. Lokasi tersebut berada di kawasan pesisir Kota Kendari yang tidak jauh dari Jembatan Teluk Kendari, salah satu ikon Kota Lulo.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan meninjau rumah milik Ibrahim yang dihuni bersama istrinya, Ibu Nanang. Kondisi rumah yang masih berbahan papan dinilai sudah tidak layak huni dan membutuhkan perbaikan melalui program BSPS.

Ibu Nanang mengaku bersyukur karena rumahnya akan direnovasi tahun ini. Selama bertahun-tahun, ia dan keluarga tinggal di rumah sederhana dengan kondisi yang memprihatinkan. “Alhamdulillah bisa dapat bantuan dari pemerintah, yang sebelumnya papan menjadi permanen,” ujar Ibu Nanang.

Ia menjelaskan bahwa suaminya sudah tidak bekerja selama empat tahun terakhir karena menderita diabetes. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, Ibu Nanang berjualan minuman saset kepada anak-anak dan warga sekitar. Meski penghasilannya terbatas, ia berusaha mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

Selain itu, rombongan juga mengunjungi rumah Jumadiah, istri dari Hatta, yang juga menjadi penerima bantuan BSPS. Jumadiah sehari-hari berjualan gorengan dan tinggal bersama lima anggota keluarga lainnya di rumah yang kondisinya sangat memprihatinkan. Suaminya sudah tidak bekerja karena mengalami stroke.

,Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan bahwa berdasarkan komitmen Kepala Balai Prasarana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP/P3KP) Sulawesi III Bakhtiar, pelaksanaan perbaikan rumah akan dimulai pada 1 Juni 2026 dan ditargetkan selesai pada 25 Agustus 2026.

“Setelah kami lihat, memang kondisi rumahnya sudah sangat tidak layak huni dan berhak mendapatkan bantuan BSPS. Selama proses pembangunan, Ibu Wali Kota Kendari telah menyiapkan rumah susun sebagai tempat tinggal sementara bagi para penerima bantuan. Kami mengapresiasi dukungan tersebut agar masyarakat tetap memiliki tempat tinggal yang layak selama rumahnya diperbaiki,” kata Menteri Maruarar Sirait.

Menteri Ara juga menyampaikan terima kasih kepada Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae dan Anggota Komisi V DPR RI Ahmad Safei atas dukungan yang diberikan terhadap program perumahan di Sulawesi Tenggara. Menurutnya, dukungan tersebut turut mendorong peningkatan alokasi BSPS di Sulawesi Tenggara dari 1.129 unit rumah pada tahun 2025 menjadi 8.973 unit rumah pada tahun 2026 yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.

Ia juga mengapresiasi Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti karena data yang disiapkan BPS membantu pemerintah memastikan penyaluran bantuan perumahan lebih akurat, tepat sasaran, dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Bantu kami meningkatkan layanan dengan mengisi survey singkat ini!

Isi Survey
Isi Survey survey