Kamis, 27 Agustus 2026 12 kali
Bagikan:

Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengunjungi penerima bantuan Program Bedah Rumah di Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (27/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, Maruarar didampingi Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat dan James Riady. Kunjungan dilakukan untuk memastikan data penerima sesuai dengan kondisi di lapangan sekaligus memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Salah satu penerima bantuan yang dikunjungi adalah Udin Marudin, seorang penjual burung dara yang telah tinggal di rumah tersebut sejak lahir atau selama 55 tahun. Dengan penghasilan sekitar Rp2 juta per bulan, Udin selama ini tinggal seorang diri di rumah yang kondisinya sudah mengalami banyak kerusakan serta rumahnya kerap kebanjiran saat hujan.

Kerusakan terlihat hampir di seluruh bagian rumah. Dinding yang sebagian menggunakan papan telah retak dan keropos, sementara rangka atap sudah rapuh dan penutup atap menggunakan asbes dalam kondisi rusak berat. Rumah tersebut juga belum memiliki struktur sloof, kolom, dan ring balok yang memadai.

“Saya sudah tinggal di sini sejak lahir, sudah 55 tahun. Kondisi rumah juga sudah banyak yang keropos, terutama langit-langit dan temboknya. Selama tinggal di sini, saya belum pernah mendapatkan bantuan untuk memperbaiki rumah,” ujar Udin.

Kondisi tidak jauh berbeda juga dialami Maryam, seorang asisten rumah tangga yang berpenghasilan sekitar Rp1,5 juta per bulan. Rumah yang ditempatinya mengalami kerusakan pada sebagian besar dinding. Rangka atap sudah rapuh dan atap asbes dalam kondisi rusak berat, sementara struktur utama berupa sloof, kolom, dan ring balok juga tidak tersedia.

Sementara itu, Nurdiyana tinggal bersama suami dan empat anggota keluarganya. Suaminya bekerja sebagai tukang las dengan penghasilan keluarga sekitar Rp4 juta per bulan. Rumah yang dihuni enam orang tersebut juga mengalami berbagai kerusakan.

Ketiga keluarga tersebut kini mendapat kesempatan untuk memperbaiki huniannya melalui Program Bedah Rumah. Pekerjaan dijadwalkan dimulai pada 8 September 2026 dan ditargetkan selesai pada 8 November 2026. Selain bantuan pemerintah, pelaksanaan perbaikan juga mendapat dukungan swadaya baik berupa uang maupun tenaga kerja.

Maruarar mengatakan pengecekan langsung ke lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan Program Bedah Rumah berjalan sesuai dengan tujuan. Menurutnya, pemerintah tidak hanya dituntut untuk mempercepat pelaksanaan program, tetapi juga memastikan penerima bantuan benar-benar sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.

“Yang kita cek adalah data yang diberikan, benar atau tidak, tepat sasaran atau tidak. Kita mau kerja cepat, tata kelolanya benar, dan tepat sasaran,” ujar Maruarar.

Ia menjelaskan, penanganan rumah tidak layak huni di Jakarta masih membutuhkan perhatian besar. Berdasarkan data Pemerintah Kota Jakarta Utara, terdapat sekitar 174 ribu rumah tidak layak huni, dengan Kecamatan Cilincing dan Penjaringan termasuk wilayah yang perlu diprioritaskan. Untuk Provinsi DKI Jakarta, Kementerian PKP menyiapkan alokasi 10.300 unit Program Bedah Rumah pada 2026, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang jumlahnya belum mencapai 200 unit. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.000 unit dialokasikan untuk Jakarta Utara.

Maruarar meminta pemerintah daerah membantu memastikan alokasi tersebut diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan dan memenuhi ketentuan program.

“Bapak cari warga yang sangat membutuhkan, sesuai aturannya. Kita ingin bantuan ini betul-betul sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Ia juga mendorong agar pelaksanaan Program Bedah Rumah memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Tenaga kerja maupun toko material di sekitar lokasi diharapkan dapat dilibatkan sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Usahakan pekerjanya dari warga sekitar, toko materialnya juga yang sekitar. Supaya program ini juga bisa menggerakkan perekonomian di daerah ini,” ujar Maruarar.

Kondisi rumah Udin, Maryam, dan Nurdiyana menjadi gambaran bahwa masih ada keluarga di kawasan perkotaan yang harus bertahan dalam hunian dengan kondisi yang jauh dari layak. Melalui Program Bedah Rumah, pemerintah berupaya menghadirkan hunian yang lebih aman dan sehat sekaligus memberikan harapan agar keluarga penerima dapat menjalani kehidupan dengan kondisi tempat tinggal yang lebih baik.

Kementerian PKP terus mendorong percepatan Program Bedah Rumah di berbagai daerah dengan memastikan setiap bantuan diberikan kepada masyarakat yang tepat, dilaksanakan secara transparan, serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. (*)

Bantu kami meningkatkan layanan dengan mengisi survey singkat ini!

Isi Survey
Isi Survey survey