Tomohon – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tito Karnavian dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti meninjau lokasi rumah tapak subsidi di Perumahan Grazia Residence 2 milik mantan atlet nasional bulu tangkis Greysia Polii di Kota Tomohon, Kamis (9/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Menteri PKP memberikan apresiasi atas kualitas pembangunan rumah subsidi yang dinilai baik serta komitmen pengembang dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
"Tepuk tangan untuk pengembangnya dan juga Wali Kota Tomohon yang sudah menerapkan PBG dan BPHTB gratis. Saya sudah cek semuanya bagus, kualitas bangunan juga baik," ujar Menteri Ara.
Menteri PKP juga mendorong Greysia Polii untuk terus mengembangkan usaha perumahan subsidi dan memanfaatkan berbagai dukungan pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan.
"Terima kasih kepada Grace dan suami yang sudah menjadi pengembang yang bertanggung jawab. Ini bisa menjadi contoh. Kamu harus jadi juara, jangan hanya juara di bulu tangkis, tapi juga juara di perumahan," kata Menteri Ara.
Ia juga mengapresiasi luas tanah rumah subsidi di kawasan tersebut yang mencapai sekitar 98 meter persegi, serta mendorong pengembang untuk terus meningkatkan jumlah pembangunan rumah subsidi. "Saya doakan Grace bisa membangun 1.000 rumah subsidi dalam satu tahun. Kualitasnya bagus, tidak ada yang retak. Ini contoh yang baik," tambahnya.
Menteri PKP juga menyampaikan terima kasih kepada pihak perbankan yang telah mendukung pembiayaan perumahan subsidi bagi masyarakat. "Kami juga berterima kasih kepada perbankan. Rakyat bebas memilih bank sesuai kebutuhan mereka," tutup Menteri Ara.
Greysia Polii menyampaikan bahwa dirinya mulai merintis sebagai pengembang rumah subsidi sejak 2019. Pada 2023, ia mulai fokus mengembangkan perumahan dan berhasil membangun sekitar 100 unit rumah, dengan sekitar 60 unit telah dihuni. Ke depan, pihaknya juga berencana membangun fasilitas pendukung seperti aula dan tempat ibadah untuk menunjang kenyamanan penghuni.
Salah satu penghuni, Nur Salsabila, mengaku puas dengan kualitas rumah yang ditempatinya. Ia menyampaikan bahwa dirinya membeli rumah melalui skema kredit selama 15 tahun dengan cicilan sekitar Rp1,3 juta per bulan melalui Bank BTN. "Selama tinggal di sini tidak ada kekurangan. Rumahnya bagus, minimalis, dan aman. Bahkan setelah terjadi gempa, rumah tetap tidak retak," ujarnya.
Sementara itu penghuni lainnya bernama Desmon yang seorang petani dengan penghasilan sekitar Rp4-5 juta per bulan dan tidak memiliki gaji tetap, mengucapkan terima kasih karena tetap bisa mengakses rumah subsidi dengan proses pengajuan yang dinilai cepat dan mudah.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan penyediaan rumah layak dan terjangkau bagi masyarakat serta mendorong keterlibatan berbagai pihak, termasuk atlet nasional yang beralih menjadi pengembang perumahan subsidi. (Jay)