Senin, 06 April 2026 51 kali

Bandung - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau langsung lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di kawasan Kiaracondong, Kota Bandung, bersama Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat potensi pembangunan hunian vertikal berbasis Transit Oriented Development (TOD) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), Senin (6/4/2026).

Menteri Ara menyampaikan bahwa lokasi tersebut dinilai strategis karena berada di kawasan transportasi publik dan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi hunian terintegrasi yang memudahkan mobilitas masyarakat.

“Kita melihat langsung lahannya, demand-nya, dan semua aturan yang bisa memudahkan rakyat sesuai arahan Presiden Prabowo untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Lahan sekitar 6000m2 ini akan langsung kita bentuk tim bersama antara Kementerian PKP, KAI, Sekda, dan Pemerintah Kota Bandung,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengembangan kawasan berbasis TOD tidak hanya menghadirkan hunian, tetapi juga fasilitas pendukung yang menunjang kebutuhan sehari-hari masyarakat dalam satu kawasan terpadu. “Seperti yang disampaikan, nanti ada huniannya, fasilitas kesehatan, pendidikan, tempat ibadah, dan fasilitas pendukung lainnya. Ini kawasan terintegrasi yang benar-benar disiapkan untuk masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Menteri Ara menilai pemanfaatan lahan milik KAI di kawasan perkotaan memiliki potensi besar untuk membantu penyediaan hunian bagi masyarakat, khususnya di wilayah dengan kebutuhan tinggi seperti Bandung.

“Selama ini belum ada TOD berbasis kawasan kereta api seperti ini di Bandung. Kita mulai dari sini. Kita akan cari skema pembiayaan terbaik dan jalankan secepatnya,” tegasnya.

Untuk mempercepat realisasi, Kementerian PKP juga membuka peluang pembiayaan melalui berbagai skema kolaboratif, termasuk dukungan dari sektor swasta dan program tanggung jawab sosial perusahaan.

“Jangan ragukan potensi Indonesia. Kita akan membuat berbagai skema pembiayaan, termasuk dukungan CSR dari perusahaan. Seperti kemarin ada komitmen dari Astra untuk membangun 1.000 rumah susun. Kita juga akan membuka peluang dukungan dari perusahaan maupun yayasan lainnya,” kata Menteri Ara.

Ia menambahkan, tim gabungan akan segera bekerja menyusun konsep pengembangan kawasan tersebut dan menargetkan pemaparan konsep pada akhir April.

“Kita jalankan secepatnya. Tanggal 25 April konsepnya akan dipaparkan, kemudian kita harapkan bisa segera dilanjutkan ke tahap berikutnya,” ujarnya.

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa kawasan Kiaracondong direncanakan akan dikembangkan sebagai kawasan TOD yang terintegrasi dengan moda transportasi dan aktivitas masyarakat.

Menurutnya, kawasan tersebut nantinya akan terhubung dengan Stasiun Kiaracondong, Stasiun Bandung, serta kawasan pengembangan lainnya seperti ruang kreatif dan area bisnis untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. “Konsep TOD ini kawasan terintegrasi, ada kawasan hunian, kawasan bisnis, dan fasilitas umum. Jumlah unitnya masih dihitung dan akan dioptimalkan sesuai potensi lahan,” jelas Bobby.

Peninjauan lahan di Kiaracondong ini menjadi bagian dari upaya Kementerian PKP bersama PT KAI dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendorong penyediaan hunian layak yang terintegrasi dengan transportasi publik, sekaligus mendukung pengembangan kawasan perkotaan yang lebih efisien dan berkelanjutan. (*)

Bantu kami meningkatkan layanan dengan mengisi survey singkat ini!

Isi Survey
Isi Survey survey