Jumat, 29 Mei 2026 91 kali

Jawa Timur - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI menghadiri kegiatan kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan sebagai langkah strategis dalam memperluas akses hunian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang berlokasi di Gedung SMP Negeri 27 Surabaya Jawa timur, Minggu (3/5/2026).

Acara ini dihadiri oleh Menteri Perumahan dam Kawasan Permukinan Maruarar Sirait, Komisi VII DPR RI  Bambang Haryo Soekartono, Gubernur  Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Perwakilan Menteri Dalam Negeri Kastorius Sinaga, Perwakilan Direktur Utama BTN Noor Ridlo, Perwakilan Komisioner BP Tapera Sid Herdi Kusuma, Direktur Utama PT PNM Arif Mulyadi, Direktur  Utama SMF Ananta Wiyogo, Walikota Surabaya Eri Cahyadi dan Seluruh Ketum DPP dan DPD pengembang serta para peserta debitur yang hadir.

Kegiatan ini menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku usaha dalam menghadirkan solusi pembiayaan perumahan yang inklusif, terjangkau, dan berkelanjutan.

Gubernur Jawa Timur mengawali sambutannya dalam acara sore hari ini.

"Penguatan dari Pak Menteri yang ternyata ini bagian dari program prioritas Presiden Prabowo yang ingin rakyatnya punya rumah sendiri, terima kasih kepada Pak Presiden". Ujar Gubernur Khofifah.

Anggota Komisi VII Bambang Haryo Soekartono juga mengucapkan rasa terima kasih atas kegiatan ini.

"Atas nama masyarakat Surabaya saya menghaturkan terima kasih karena ada 1.252 unit program BSPS untuk kota Surabaya dan sudah terverifikasi ada 600 unit, berkat Pak Menteri yang tidak kenal lelah memperjuangkan kepentingan rakyat." Ujarnya.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan bahwa sektor perumahan memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi nasional.

“Perumahan bukan hanya soal tempat tinggal, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang besar. Dari sektor konstruksi, bahan bangunan, hingga UMKM, semua bergerak,”ujar Menteri Ara.

Ia menjelaskan bahwa penguatan skema pembiayaan melalui KUR Perumahan diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak sekaligus menciptakan orang kaya baru.

Menteri Perumahan juga mengajak anak muda Jawa Timur khususnya kota Surabaya untuk dapat mengikuti pelatihan usaha yang digagas oleh Angga dan Wawan, pengusaha muda sukses yang tak kenal lelah agar muncul orang-orang kaya baru di Jawa Timur.

“Mari kita buat Angga dan Wawan baru di Jawa Timur sehingga akan lahir orang-orang kaya baru di Jawa Timur,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Ara juga menyampaikan apresiasi kepada sektor perbankan yang telah mendukung program ini, khususnya Bank Tabungan Negara (BTN).

“Saya mengucapkan terima kasih kepada BTN yang sudah mendukung program KPP (KUR Perumahan) ini. BTN sudah menyerap sekitar Rp 305,26 Miliar di Jawa Timur dengan total 245 nasabah, Ini capaian yang sangat baik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah akan menyiapkan kuota tambahan untuk memperluas jangkauan program.

“Kita akan siapkan kuota tambahan untuk BTN di Jawa Timur Rp 500 Miliar agar penyaluran KUR Perumahan ini bisa semakin luas dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat serta menambah semangat,” tambahnya.

Menteri Ara juga mengajak pemerintah daerah untuk turut aktif dalam mendorong pemanfaatan program ini, khususnya di wilayah Jawa Timur.

“Saya mengajak Gubernur Jawa Timur untuk ikut mensosialisasikan KUR Perumahan ini agar bisa tumbuh orang-orang kaya baru di Jawa Timur. Ini penting agar masyarakat tidak hanya punya rumah, tetapi juga punya kekuatan ekonomi,” tegasnya.

Ia juga memaparkan capaian realisasi KUR Perumahan di wilayah Jawa Timur.

“Untuk wilayah Jawa Timur, realisasi KUR Perumahan saat ini telah mencapai sekitar Rp 2,47 triliun. Ini menjadi awal yang baik dan harus terus kita dorong agar lebih besar lagi ke depan,” jelasnya. 
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam implementasi program ini.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Perlu kolaborasi antara pemerintah, perbankan, pengembang, dan pelaku usaha agar program ini benar-benar berjalan optimal dan memberikan dampak nyata,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya integrasi antara program perumahan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dalam kegiatan ini, berbagai pemangku kepentingan turut menyampaikan komitmennya untuk mendukung implementasi KUR Perumahan, mulai dari penyediaan skema pembiayaan yang fleksibel, peningkatan literasi keuangan masyarakat, hingga dukungan terhadap pengembangan usaha di sektor perumahan
 

Program KUR Perumahan diharapkan dapat menjadi katalis dalam mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan
 

Melalui kolaborasi ini, Kementerian PKP menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi pembiayaan perumahan yang berpihak kepada masyarakat, guna mewujudkan akses hunian yang layak, terjangkau, dan berdampak luas bagi perekonomian nasional.

Acara ditutup dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri yang melambangkan kebersamaan seluruh elemen untuk memajukan Indonesia yang lebih baik.

Bantu kami meningkatkan layanan dengan mengisi survey singkat ini!

Isi Survey
Isi Survey survey