news-image
Jumat, 19 Desember 2025 87 kali

Kementerian PKP melalui Direktorat Jenderal Perumahan Perdesaan melaksanakan kunjungan lapangan ke Kabupaten Nagan Raya, Aceh, sebagai wujud komitmen pemerintah memastikan penanganan perumahan pascabencana berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan. Kunjungan yang dipimpin Dirjen Perumahan Perdesaan PKP, Imran, bersama jajaran Pemkab Nagan Raya meninjau langsung kondisi wilayah terdampak serta memperkuat koordinasi percepatan pemulihan masyarakat. Berdasarkan data, 1.813 rumah terdampak bencana dengan ratusan rusak berat, terutama di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Pemerintah juga meninjau akses jalan dan usulan lahan relokasi ±21 hektare di Desa Babah Soa sebagai lokasi hunian baru. Melalui sinergi pusat dan daerah, Kementerian PKP berkomitmen menghadirkan hunian layak, aman, dan bermartabat agar masyarakat Nagan Raya segera bangkit.

news-image
Jumat, 19 Desember 2025 83 kali

Direktorat Jenderal Perumahan Perdesaan bersama Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) menyelenggarakan Konsultasi Publik dan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Jumat, 19 Desember 2025 di Kampus UNPAR. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung kebijakan pembangunan perumahan nasional, khususnya di wilayah perdesaan. Melalui MoU, kedua pihak berkomitmen menjalin kerja sama berkelanjutan di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan perumahan perdesaan, sekaligus membuka ruang partisipasi aktif mahasiswa dan dosen dalam agenda strategis, mulai dari penanganan pascabencana hingga pembangunan rumah tapak. Konsultasi publik turut membahas tantangan penyediaan perumahan bagi generasi muda dan MBR, termasuk isu keterjangkauan pembiayaan, harga hunian, status lahan, serta program rumah susun. Sinergi ini diharapkan melahirkan inovasi dan kebijakan inklusif demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat perdesaan.

news-image
Jumat, 19 Desember 2025 45 kali

Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan melaksanakan kunjungan dan silaturahmi dengan para pemuka agama Aceh, Waled NU dan Abu Mudi, sebagai bagian dari ikhtiar bersama dalam pemulihan pascabencana. Pertemuan ini menjadi ruang untuk menyampaikan kondisi di lapangan sekaligus memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong dalam membantu masyarakat terdampak. Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Perumahan Perdesaan memohon doa dan dukungan para ulama agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi perumahan berjalan lancar, tepat sasaran, serta membawa keberkahan. Sinergi antara pemerintah dan tokoh agama diharapkan menjadi penguat moral sekaligus menumbuhkan harapan baru bagi masyarakat Aceh untuk bangkit dan menata kembali kehidupan yang lebih baik.

news-image
Jumat, 19 Desember 2025 48 kali

Rapat Koordinasi Persiapan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Infrastruktur Pascabencana Aceh menjadi langkah awal menyatukan komitmen lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk bangkit bersama. Fokus utama diarahkan pada percepatan pembangunan rumah rakyat, penyiapan lahan yang aman dan clean and clear, serta perencanaan terintegrasi berbasis data dan mitigasi risiko bencana. Lebih dari sekadar membangun kembali infrastruktur, upaya ini bertujuan menghadirkan harapan baru bagi masyarakat Aceh agar dapat kembali tinggal dengan aman, layak, dan bermartabat. Dengan kolaborasi yang kuat dan langkah terukur, rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana diharapkan menjadi fondasi menuju Aceh yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Bantu kami meningkatkan layanan dengan mengisi survey singkat ini!

Isi Survey
Isi Survey survey