Jakarta - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus mendorong penyelesaian Rumah Susun (Rusun) sebanyak 47 Tower yang diperuntukkan bagi untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) serta Pertahanan dan Keamanan (Hankam) di Ibu Kota Nusantara (IKN). Berdasarkan data progres konstruksi 47 tower Rusun tersebut saat ini sudah mencapai 91,36%. Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Iwan Suprijanto meminta kepada kontraktor dan konsultan yang terlibat untuk terus berkomitmen menyelesaikan pekerjaan. Dikatakan Dirjen Iwan, terlepas dari penundaan pemindahan ASN ke IKN pada tahun 2024, pemanfaatan Rusun di IKN tersebut sudah dimulai oleh berbagai pihak. "Seperti untuk acara-acara kenegaraan yang dimanfaatkan oleh tamu dari berbagai institusi, termasuk oleh Otorita IKN," ujarnya.
Jakarta - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) meluncurkan platform RumahQu sebagai bagian dari upaya mendukung program pembangunan 3 juta rumah yang sehat, layak, dan terjangkau pada Senin (23/12/2024). Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Perumahan Haryo Bekti Martoyoedo mengatakan, RumahQu dirancang sebagai platform sinergi untuk meningkatkan efektivitas pendataan dan pengelolaan program perumahan secara nasional. Dengan digitalisasi data melalui platform ini, diharapkan program perumahan dapat dikelola lebih tepat sasaran.
Jakarta - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mendorong Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) untuk berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan agar penyaluran Kredit Pemilikan Rumah dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) yang dilaksanakan oleh Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) di daerah bisa dimulai awal tahun 2025 mendatang. "Anggaran Kementerian PKP ini sangat minim hanya Rp5,2 Triliun sedangkan target Program 3 Juta Rumah sangat tinggi. Ini (KPR FLPP-red) merupakan salah satu upaya pemerintah agar masyarakat memiliki rumah subsidi dan mendorong capaian mengingat ada stok 46.000 unit rumah subsidi yang siap akad KPR FLPP tahun depan," kata Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) pada acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pembiayaan FLPP dan Tapera Tahun 2025 antara BP Tapera dengan Bank Penyalur dan Komitmen Bersama Sukseskan Program 3 Juta Rumah di Jakarta, Senin (23/12/2024).
Jakarta - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menyatakan indeks persaingan usaha konstruksi di Indonesia terutama di bidang perumahan perlu ditingkatkan. Hal itu diperlukan untuk perubahan yang lebih baik untuk persaingan usaha di sektor konstruksi guna mendukung Program 3 Juta Rumah selama lima tahun ke depan. "Kami ingin agar Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) bisa mendorong agar indeks persaingan usaha konstruksi di Indonesia bisa lebih ditingkatkan agar program perumahan di Indonesia lebih baik," ujar Menteri PKP Maruarar Sirait saat melakukan kunjungan kerja ke KPPU di Jakarta, Jumat (20/12/2024) malam.