Majalengka - Momentum penting terjadi di Kabupaten Majalengka dengan tercatatnya rekor closing pembiayaan BRI sebesar Rp151,9 miliar dalam kegiatan yang juga menghadirkan berbagai program pemberdayaan ekonomi dan dukungan terhadap masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait melakukan video call dengan Sekretaris Kabinet untuk menyampaikan capaian hari ini sekaligus kabar baik bagi 16,2 juta ibu-ibu nasabah PNM Mekaar. Melalui kebijakan terbaru, suku bunga pembiayaan PNM Mekaar diturunkan 5 persen.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Kabinet menyampaikan apresiasi dari Presiden Republik Indonesia.
“Salam dari Bapak Presiden, terima kasih Pak Menteri Ara,” ujar Sekretaris Kabinet dalam sambungan video call tersebut.
Bupati Majalengka Hj. Herman Suherman menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memperbaiki kualitas hunian masyarakat. Berdasarkan data pemerintah daerah, jumlah rumah tidak layak huni di Majalengka mengalami penurunan signifikan dari 13.533 unit pada tahun 2021 menjadi 8.206 unit pada tahun 2026.
Pada tahun 2026, Majalengka juga akan mendapatkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 955 unit. Selain itu, pemerintah daerah juga akan menjalankan program gentengnisasi untuk meningkatkan kualitas rumah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa Kementerian PKP merupakan salah satu kementerian yang paling aktif memanfaatkan data statistik dalam merumuskan kebijakan perumahan yang lebih tepat sasaran.
“Penurunan bunga ini diharapkan bisa meringankan beban ibu-ibu yang bekerja keras membantu ekonomi keluarga. Negara harus hadir untuk mendukung mereka agar bisa terus berusaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” ujar Maruarar. (Wid)