BERITA

Jumat, 30 Januari 2026 33 kali

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah meninjau kelanjutan penataan Kampung Nelayan Muara Angke, Jakarta Utara, guna melihat kondisi hunian masyarakat pesisir serta potensi penataan kawasan ke depan.

Dalam peninjauan tersebut, Wamen Fahri menekankan pentingnya konsep hunian yang sesuai dengan karakter kawasan pesisir.
“Konsep rumah panggung bertingkat lebih memungkinkan diterapkan di kawasan ini. Selain lebih tertata, ruang di bawahnya bisa dimanfaatkan dan akses lingkungan juga bisa diatur dengan lebih baik,” ujarnya.

Pembangunan kawasan pesisir harus tetap berpihak pada masyarakat yang telah lama hidup dan menggantungkan penghidupannya di wilayah tersebut.
“Masyarakat pesisir tidak bisa dijauhkan dari ruang hidupnya. Rumah panggung menjadi solusi yang sesuai dengan karakter kawasan dan budaya pesisir Indonesia,” kata Fahri.

Penataan Kampung Nelayan Muara Angke perlu dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi lintas sektor.
“Penataan kawasan ini perlu dilakukan secara terpadu. Kita akan berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan agar dapat diintegrasikan dengan program Kampung Nelayan Merah Putih,” jelasnya.

Penataan Kampung Nelayan Muara Angke diharapkan dapat menjadi model penataan kawasan pesisir yang tepat serta mendorong terwujudnya kesejahteraan nelayan melalui hunian yang layak, tertata, dan berkelanjutan.

Bantu kami meningkatkan layanan dengan mengisi survey singkat ini!

Isi Survey
Isi Survey survey