Jakarta - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) tengah menyiapkan pembangunan Rumah Khusus untuk Anggota TNI Angkatan Darat (TNI AD).
Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) mengungkapkan, rencana pembangunan rumah tersebut akan dimulai pada akhir Januari 2024 yang akan ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking).
"Rencananya ada sekitar 5500 unit di 5 tempat, yakni di Serang sekitar 1900 unit, kemudian di Bantul, Bekasi, Bogor dan Brebes. Untuk BP Tapera tolong siapkan kuota FLPP-nya," kata Menteri Ara.
Menteri Ara mengusulkan kepada Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dalam rapat tersebut, untuk pelaksanaan peletakan batu pertama dipusatkan di lokasi Serang yang rencananya akan dilaksanakan pada 31 Januari 2025.
Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyambut baik rencana bantuan pembangunan rumah untuk anggota TNI AD tersebut. "Dengan pembangunan rumah ini diharapkan dapat membantu anggota TNI AD yang belum memiliki rumah untuk mempunyai hunian layak," ujarnya.
Terkait kuota FLPP, Komisioner BP Tapera Heru Pudyono Nugroho mengatakan, sejak awal Pemerintahan Prabowo hingga awal Januari 2025 sudah terbangun 64 ribu unit rumah subsidi.
"Untuk realisasi setelah 20 Oktober 2024 hingga awal Januari 2025 yang sudah dibangun dan sudah akad sekitar 34 ribu unit, sedangkan yang sudah selesai dibangun belum akad (ready stock) sekitar 30 ribuan unit. Jadi total 64 ribu unit. Status data ini sampai 5 Januari 2025 dan sampai hari ini masih ada pertambahan data," kata Heru.
Dalam rencana pembangunan rumah untuk TNI tersebut, Kementerian PKP dan BP Tapera menggandeng Bank Mandiri sebagai bank penyalur KPR. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan skema yang tepat untuk pembiayaan bagi perumahan anggota TNI AD yang akan dibangun tersebut. (Jay)