Tapanuli Utara — Pemerintah Pusat mempercepat pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana longsor di Kabupaten Tapanuli Utara. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas Bencana Nasional Tito Karnavian menekankan pentingnya percepatan pembangunan tanpa mengabaikan kualitas bangunan, mengingat masyarakat terdampak telah lama menunggu kepastian tempat tinggal yang layak dan aman.
Pembangunan hunian tetap ini dilaksanakan melalui kolaborasi antara pemerintah dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia sebagai bagian dari upaya percepatan penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
Menteri PKP menegaskan bahwa pembangunan hunian tetap bagi korban bencana merupakan prioritas pemerintah dan harus dikerjakan secara serius serta sesuai standar yang telah ditetapkan. Pemerintah daerah dan kontraktor diminta meningkatkan pengawasan dan memperbaiki kinerja agar proses pembangunan dapat berjalan sesuai target.
“Kami ingin pembangunan hunian tetap ini benar-benar selesai dengan baik, tepat waktu, dan berkualitas. Masyarakat korban bencana sudah terlalu lama menunggu kepastian tempat tinggal yang layak,” tegas Menteri PKP.
Sebagai bentuk percepatan, pemerintah menetapkan target penyelesaian pembangunan dalam dua tahap. Tahap pertama sebanyak 68 unit rumah ditargetkan selesai pada 5 Mei 2026 dan akan langsung dilakukan serah terima kunci kepada masyarakat. Selanjutnya, tahap kedua sebanyak 35 unit rumah ditargetkan rampung pada 30 Juni 2026.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara agar lebih serius dalam mengawal pembangunan hunian tetap bagi korban bencana. Ia menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah dan kontraktor agar tidak terjadi hambatan maupun keterlambatan di lapangan.
Melalui langkah percepatan ini, Pemerintah Pusat berharap pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana longsor di Kabupaten Tapanuli Utara dapat segera diselesaikan sehingga masyarakat dapat kembali tinggal di rumah yang aman, layak, dan nyaman.