Rabu, 01 Juli 2026 28 kali

Batu — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Hashim Djojohadikusumo dan Wakil Walikota Heli Suyanto meninjau langsung calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kelurahan Temas, Kota Batu, Jawa Timur, Rabu (1/7/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan program BSPS benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan sekaligus melihat langsung kondisi rumah yang akan memperoleh bantuan peningkatan kualitas hunian.

Pada tahun 2026, Kota Batu memperoleh alokasi program BSPS sebanyak 200 unit, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas rumah tidak layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Calon penerima bantuan pertama yang dikunjungi adalah Suharminingsih, seorang ibu rumah tangga yang tinggal bersama dua anggota keluarganya. Keluarga tersebut mengandalkan penghasilan sekitar Rp1,5 juta per bulan dari pekerjaan anaknya sebagai pekerja di usaha penjualan ayam potong. Kondisi rumah yang ditempati juga tidak layak huni dengan tidak memiliki fondasi, sloof, kolom, maupun ring balok, sementara dinding rumah menggunakan kalsiboard yang telah mengalami kerusakan.

“Harapannya rumah ini bisa menjadi lebih layak dan perekonomian keluarga kami juga semakin baik. Terima kasih kepada Presiden Prabowo. Selama 15 tahun tinggal di sini, baru kali ini kami mendapatkan bantuan seperti ini,” ujar Suharminingsih.

Selain meninjau calon penerima bantuan, Kementerian PKP juga melaksanakan Pemilihan Terbuka Toko (PTT) bagi Kelompok Penerima Bantuan BSPS Kelurahan Temas. PTT merupakan mekanisme pengadaan bahan bangunan secara terbuka yang memberikan kesempatan kepada toko bangunan untuk bersaing menawarkan harga dan kualitas terbaik, sehingga pelaksanaan program menjadi lebih transparan, efisien, dan akuntabel.

Pemilihan tersebut diikuti empat toko bangunan untuk memenuhi kebutuhan material bagi 12 calon penerima bantuan dengan total pagu anggaran sebesar Rp210 juta. Dari proses tersebut diperoleh efisiensi anggaran sebesar Rp16,8 juta yang selanjutnya akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk tambahan material bangunan.

Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan pembangunan rumah melalui program BSPS di Kelurahan Temas dijadwalkan mulai dilaksanakan pada 10 Juli 2026 dan ditargetkan selesai pada 10 Oktober 2026.

Selain peningkatan kualitas rumah, pemerintah juga akan memberikan sertifikat tanah secara gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang memenuhi persyaratan namun belum memiliki sertifikat hak atas tanah.

“Bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang belum memiliki sertifikat, pemerintah akan memberikan sertifikat secara gratis. Jadi tidak hanya rumahnya yang diperbaiki agar menjadi layak huni, tetapi kepastian hukum atas tanahnya juga kami siapkan,” ujar Menteri PKP.

Ia menambahkan, penerapan mekanisme Pemilihan Terbuka Toko mampu menciptakan persaingan harga bahan bangunan yang sehat sehingga menghindari praktik monopoli sekaligus menghasilkan efisiensi anggaran yang manfaatnya dapat kembali dirasakan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo mengapresiasi pelaksanaan program BSPS yang dinilai telah berjalan secara transparan, terbuka, dan berpihak kepada masyarakat.

“Program bedah rumah ini merupakan salah satu bagian penting dari Program 3 Juta Rumah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Saya senang melihat prosesnya dilakukan secara terbuka, jujur, dan bersih. Apabila masih terdapat kekurangan, silakan disampaikan kepada jajaran Kementerian PKP agar dapat terus dilakukan perbaikan,” ujar Hashim.

Ia berharap pembangunan rumah-rumah tersebut dapat selesai sesuai target sehingga masyarakat segera dapat menempati hunian yang lebih layak.

“Saya berharap dapat kembali ke sini pada 10 Oktober 2026 untuk melihat hasil pembangunan rumah-rumah ini. Program ini juga akan diperkuat dengan pemberian sertifikat tanah gratis bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan sehingga manfaatnya semakin besar,” pungkasnya. (*)

Bantu kami meningkatkan layanan dengan mengisi survey singkat ini!

Isi Survey
Isi Survey survey