Jumat, 20 Februari 2026 135 kali

Jakarta — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menyampaikan bahwa pemerintah akan segera membangun satu rumah susun bagi prajurit TNI Angkatan Laut di wilayah Jawa Timur, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan dan ketersediaan hunian layak bagi anggota TNI. Kesepakatan ini tercapai dalam pertemuan antara Menteri PKP, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali, serta Dirjen Perumahan dan Perkotaan Sri Haryati, Jumat (20/2/2026).

“Hari ini kami menyepakati akan membangun satu rumah susun untuk prajurit TNI Angkatan Laut di daerah Jawa Timur. Kita juga akan menyiapkan program-program untuk renovasi rumah dari BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya),” ujar Menteri Ara.

Menteri PKP memastikan bahwa pembangunan rusun yang rencana ya dinamakan Wisma Arunika tersebut akan dimulai tahun ini, dan tim survei akan segera turun ke lapangan minggu depan untuk memfinalisasi lokasi dan desain bangunan. “Saya minta warnanya khas Angkatan Laut supaya terlihat bagus dan membangkitkan semangat. Anggarannya sudah kita siapkan dari APBN,” ungkapnya.

Menteri PKP menekankan bahwa pemerintah tidak hanya akan membangun hunian vertikal, tetapi juga mendorong akses prajurit terhadap program rumah subsidi. Ia menjelaskan bahwa prajurit aktif, terutama golongan bintara dan tamtama, dapat memanfaatkan program KPR bersubsidi dengan suku bunga 5 persen dan uang muka 1 persen.

“Program ini sangat terjangkau, cicilannya bisa sampai 20 tahun. Jadi tidak terasa, bahkan saat prajurit pensiun nanti, dia sudah punya rumah sendiri. Rumahnya pun sudah jadi dulu sebelum dibeli, bukan hanya jual gambar,” jelas Menteri Ara.

Sementara itu, Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali menyambut baik inisiatif tersebut. Ia mengungkapkan bahwa lokasi pembangunan rumah susun akan berada dekat dengan Surabaya, mengingat kota tersebut merupakan pangkalan terbesar Angkatan Laut di Indonesia dan memiliki banyak satuan aktif maupun purnawirawan.

“Rencananya akan dibangun di dekat Surabaya karena di sana merupakan pangkalan terbesar Angkatan Laut. Banyak prajurit aktif dan purnawirawan berdinas di sana. Selain itu, lahannya juga sudah siap dan merupakan milik kami,” jelas Kasal.

Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan prajurit TNI AL. “Terima kasih kepada Kementerian Perumahan dan juga kepada BPS yang membantu pendataan. Ini wujud nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan prajurit Angkatan Laut,” ucap Kasal.

Dirjen Perumahan dan Perkotaan, Sri Haryati, menambahkan bahwa saat ini masih dalam tahap rencana alokasi penganggaran, di mana terdapat dua alternatif, yaitu bangunan 3 lantai dengan nilai sekitar Rp28–32 miliar dan bangunan 4 lantai senilai sekitar Rp43 miliar.

Rumah Susun Wisma Arunika dirancang dalam dua tipe bangunan, yakni bangunan 3 lantai dan 4 lantai, dengan total luas lahan minimal mencapai sekitar 3.000 meter persegi. Untuk bangunan tiga lantai, luas total bangunan mencapai 2.767,68 meter persegi dengan 44 unit hunian yang dapat menampung hingga 176 personel. Sementara itu, tipe empat lantai memiliki luas bangunan 3.674,79 meter persegi, terdiri dari 60 unit hunian, dan mampu menampung 240 personel. (Jay)

Bantu kami meningkatkan layanan dengan mengisi survey singkat ini!

Isi Survey
Isi Survey survey