Senin, 21 September 2026 63 kali
Bagikan:

Jakarta - Pembangunan hunian tetap pasca bencana merupakan salah satu program yang dijalankan oleh Kementerian PKP dengan tujuan memberikan hunian yang layak kepada masyarakat terdampak bencana, Sekretariat Jenderal Kementerian PKP melalui PPSDM laksanakan Pelatihan Persiapan Pembangunan Hunian Tetap dan PSU Pasca Bencana yang digelar secara daring pada 15-17 September 2026, pelatihan ini diikuti 58 peserta khususnya wilayah balai yang terkena dampak bencana. 

Dalam pembukaan kegiatan pelatihan Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi, Kris Pryyani menjelaskan pentingnya kesiapan sumber daya manusia untuk menghadapi tantangan bencana "mengingat Indonesia memiliki banyak sekali daerah rawan bencana sehingga dibutuhkan kesiapan sumber daya manusia" ungkapnya. 

Pelatihan ini merupakan salah satu prioritas pelatihan yang diselenggarakan oleh PPSDM dalam mengembangkan kompetensi ASN di Kementerian PKP "Pelatihan ini menjadi salah satu prioritas yang diajukan sebagai pelaksanaan pembangunan untuk menghadapi  dampak bencana dari sisi anggaran, pengadaan, administrasi, dan keterbatasan waktu pelaksanaan, serta kebutuhan percepatan pembangunan fisik" Ujar Kabid Bangkom.  

Pelatihan Persiapan Pembangunan Hunian Tetap dan PSU Pasca Bencana bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai tata kelola proyek bencana yang akuntabel, cepat, dan sesuai target waktu. "Diharapkan setelah Bapak dan Ibu mengikuti diklat ini, Bapak dan Ibu juga paham dan mampu memahami apa saja target yang dapat diusahakan, sehingga adanya kesiapan anggaran, teknologi, pelaksana konstruksi, tetapi juga mampu merespons tantangan penyelenggaraan huntap secara cepat, tepat, dan sesuai prosedur". 

Dalam pelatihan ini tidak hanya materi secara satu arah saja oleh pengajar dan peserta, namun dalam pelatihan ini juga terdapat diskusi, dan sesi tanya jawab yang menjadi bagian penting untuk mengembangkan diri setiap peserta serta dilaksanjakannya pre-test, dan post-test sebagai evaluasi kegiatan untuk melihat tingkat pemahaman peserta. Adapun materi pada pelatihan tersebut antara lain, Pendataan Cepat Rumah Terdampak Bencana, Teknologi Risha dan Bata Interlock, hingga Pemantauan, Evaluasi dan Pengelolaan Penghunian Serta Serah Terima Aset. Diharapkan setelah mengikuti diklat selama 28 jam pelajaran peserta dapat langsung terjun ke lapangan dan mengimplemtasikan hasil pembelajaran yang telah diperoleh. 

Dari 39 peserta yang menyelesaikan pelatihan dengan nilai sangat memuaskan dan seluruhnya dinyatakan lulus. Adapun tiga peserta dengan hasil terbaik adalah : 

 1. Fathi Rizqi Ananda, S.T. – Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Nusa Tenggara II 

2. Chairina Ulfa, S.T. – Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Sumatera I  

3. Yehezkiel Bernhard Rivano Frans, S.Ds. – Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Jawa I 

Dalam pelatihan ini peserta diharapkan mampu mengumpulkan dan memverifikasi data realisasi kegiatan, membandingkan antara rencana dan realisasi kegiatan, menerapkan tahapan dan menyusun laporan pemantauan sampai dengan tahap evaluasi pelaksanaan kegiatan Pembangunan Hunian Tetap dan PSU Pasca Bencana. 

Bantu kami meningkatkan layanan dengan mengisi survey singkat ini!

Isi Survey
Isi Survey survey