Bagikan: Jakarta – Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan, Sri Haryati, mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, meninjau rumah penerima bantuan Program Bedah Rumah di Kelurahan Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (18/10/2026).Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan bantuan perbaikan rumah diberikan secara tepat sasaran berdasarkan kondisi sosial ekonomi keluarga dan tingkat kerusakan hunian. Dalam peninjauan tersebut, Menteri PKP mengunjungi rumah Masulah (48), seorang juru masak di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Nusrobah (55), seorang asisten rumah tangga, yang memiliki penghasilan terbatas dan tinggal di rumah tidak layak huni.Kedua rumah mengalami kerusakan serius, mulai dari struktur bangunan yang rapuh, dinding retak, lantai rusak, hingga atap bocor. Berdasarkan data yang disampaikan, Masulah berada pada desil 1 dan Nusrobah pada desil 2, sehingga kondisi sosial ekonomi dan fisik hunian menjadi pertimbangan dalam penetapan penerima bantuan.Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa pemerintah terus meningkatkan jumlah rumah yang diperbaiki melalui Program Bedah Rumah. Di Jakarta, jumlah rumah yang diperbaiki meningkat dari 158 unit pada 2025 menjadi 10.300 unit pada 2026.“ Kita harus memastikan penerimanya tepat sasaran. Kita lihat kondisi ekonominya memang terbatas, dan kondisi rumahnya juga memang tidak layak huni,” ujar Maruarar.Di Kelurahan Rorotan, terdapat sekitar 2.500 keluarga yang tinggal di rumah tidak layak huni. Sementara itu, Jakarta Utara memiliki sekitar 174 ribu unit rumah tidak layak huni dan memperoleh alokasi 2.000 unit Program Bedah Rumah pada 2026.Pengerjaan rumah penerima bantuan dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober hingga 26 Desember 2026. Melalui program ini, Direktorat Jenderal Perumahan Perkotaan terus mendukung upaya peningkatan kualitas hunian masyarakat agar lebih layak, aman, dan sehat, sekaligus memastikan bantuan menjangkau keluarga yang paling membutuhkan.