Jakarta – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah menghadiri pencanangan pembangunan hunian dalam rangka mendukung Program 3 Juta Rumah yang dilaksanakan di kawasan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Blok G Manggarai, Jakarta Selatan, Senin (16/03).
Momentum ini dihadiri langsung oleh Ketua Satgas Perumahan Hashim S. Djojohadikusumo, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi , Chief Operating Officer (COO) Danantara yang juga Kepala BP BUMN Doni Oskaria, Wakil Kepala BPI Danantara Tedi Bharata, serta Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin.
Dalam laporannya, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa pengembangan hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) bertujuan untuk memperluas akses hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik, sehingga masyarakat dapat tinggal lebih dekat dengan pusat aktivitas kota serta menghemat waktu dan biaya perjalanan sehari-hari.
Di kawasan Stasiun Manggarai, pembangunan hunian vertikal akan dilakukan di Blok G dan F yang terdiri dari 8 tower setinggi 12 lantai dengan total sekitar 2.200 unit hunian tipe 45 dan 52, dengan target penyerahan kunci pada awal 2027. Selain di Jakarta, pembangunan hunian berbasis TOD ini juga akan dilakukan di Stasiun Kiaracondong Bandung sebanyak 753 unit hunian, di kawasan Dr. Kariadi Semarang sebanyak 1.042 unit hunian, serta di kawasan Stasiun Gubeng Surabaya sebanyak 1.489 unit hunian, yang seluruhnya memanfaatkan lahan milik PT KAI.
Ketua Satgas Perumahan Hashim S. Djojohadikusumo menegaskan bahwa program bidang perumahan tidak hanya fokus pada penyediaan hunian layak bagi masyarakat, tetapi juga berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Program perumahan ini bukan hanya soal menyediakan tempat tinggal bagi masyarakat, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Kita bisa mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen, bahkan lebih. Melalui pembangunan perumahan, kita dapat mewujudkan dua hal sekaligus, yaitu keadilan sosial dan pertumbuhan ekonomi yang cepat,” ujar Hashim.
Puncak kegiatan ditandai dengan penekanan tombol sebagai simbol pencanangan pembangunan hunian atau groundbreaking yang dilakukan secara serentak di empat kota, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya.
Melalui pencanangan ini diharapkan pembangunan hunian di lahan milik PT KAI dapat menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mempercepat pelaksanaan Program 3 Juta Rumah.