Jakarta — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, Maruarar Sirait (Ara), menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan skema rumah susun (rusun) subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kawasan perkotaan.
Skema ini, kata Menteri Ara, akan dikembangkan bersama pihak swasta, termasuk Danantara, sebagai bagian dari upaya mempercepat penyediaan hunian layak dan terjangkau di tengah keterbatasan lahan perkotaan.
“Kami akan segera persiapkan. Saya akan bertemu dengan Pak Rosan untuk mempersiapkan skema-skemanya dengan Danantara. Mohon doa-nya, mudah-mudahan sebentar lagi ada kabar baik,” ujar Menteri Ara dalam acara peringatan HUT Gerindra ke-18 di Ruang Nusantara IV DPR RI, Jumat (6/2/2026).
Ia menambahkan, pembangunan rumah susun subsidi di kota menjadi salah satu fokus kerja Kementerian PKP tahun 2026. Program ini dirancang untuk menjangkau masyarakat kecil, termasuk pekerja sektor informal, agar dapat memiliki hunian layak dengan harga terjangkau di lokasi strategis.
“Presiden Prabowo selalu menekankan agar seluruh program pemerintah benar-benar berdampak bagi rakyat kecil. Karena itu, kami ingin setiap program perumahan, termasuk rumah susun subsidi, dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” tegasnya.
Melalui skema kolaboratif dengan dunia usaha, pemerintah menargetkan proyek percontohan rusun subsidi di beberapa kota besar dapat dimulai dalam waktu dekat. Program ini diharapkan melengkapi berbagai inisiatif perumahan rakyat lainnya seperti pembangunan rumah subsidi tapak dan bantuan rumah swadaya. (Jay)