Selasa, 13 Oktober 2026 113 kali
Bagikan:

Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan pentingnya menjaga kualitas material dalam pelaksanaan Gerakan Gentengisasi di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Program ini diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas hunian masyarakat melalui pemanfaatan genteng produksi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal sekaligus memperkuat daya saing industri genteng dalam negeri.

Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi persiapan gentengisasi bersama pemerintah daerah di Kantor BRI PKP, Jakarta, Selasa (13/10/2026). Rapat membahas kesiapan pelaksanaan kegiatan, kapasitas produksi, pemenuhan standar kualitas, jadwal peluncuran, serta mekanisme distribusi genteng untuk mendukung Program Bedah Rumah.

Menteri PKP menekankan bahwa pemberdayaan UMKM perlu berjalan seiring dengan peningkatan mutu produk. Seluruh genteng yang digunakan harus memenuhi standar kualitas yang ditetapkan agar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat sekaligus mendorong pengrajin dan pelaku usaha lokal untuk terus meningkatkan kapasitas produksinya.

Selain itu, Menteri PKP meminta agar seluruh tahapan pelaksanaan gentengisasi dilakukan secara terukur, didukung data yang dapat dipertanggungjawabkan, serta memperhatikan kesiapan produksi dan ketepatan sasaran penerima manfaat.

Dalam rapat tersebut, Menteri PKP memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Majalengka atas kesiapan pelaksanaan gentengisasi yang dijadwalkan berlangsung pada 8 November 2026 pukul 15.00 WIB.

Jawa Barat menyampaikan kesiapan sebanyak 2,4 juta keping genteng atau setara dengan 600 truk. Sebanyak 34 UMKM genteng telah memiliki sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI), sementara 11 UMKM telah lolos uji mekanis. Harga genteng melalui koperasi tercatat sebesar Rp2.500 per keping.

Dari sisi regulasi, kualitas material, serta kesiapan teknis dan estetika, Jawa Barat menyampaikan bahwa seluruh persyaratan telah terpenuhi. Sementara itu, mekanisme distribusi 2,4 juta keping genteng masih dikoordinasikan lebih lanjut bersama Balai P3KP Jawa II, khususnya untuk mendukung pelaksanaan Program Bedah Rumah.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat turut memaparkan skema pelaksanaan gentengisasi yang menghubungkan pengrajin, koperasi, dan UMKM dengan kebutuhan material perumahan. Skema tersebut mencakup pembinaan dan akses permodalan bagi pelaku usaha, sertifikasi serta penjaminan kualitas genteng, hingga verifikasi dan validasi sasaran penerima manfaat.

Melalui skema tersebut, pemanfaatan genteng lokal diarahkan untuk mendukung Program Bedah Rumah, program perbaikan rumah tidak layak huni oleh pemerintah daerah, serta dukungan perumahan melalui tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan kebutuhan material bangunan masyarakat.

Sementara itu, Jawa Tengah menyampaikan kesiapan sebanyak 1 juta keping genteng bersertifikat keandalan untuk kegiatan gentengisasi yang dijadwalkan pada 4 Desember 2026 di Kabupaten Kebumen. Persiapan tersebut telah dikoordinasikan dan disepakati bersama Gubernur Jawa Tengah.

Untuk Jawa Timur, persiapan gentengisasi diarahkan pada penyediaan sebanyak 800 ribu keping genteng dengan pemenuhan persyaratan sertifikasi keandalan. Kabupaten Trenggalek menjadi lokasi yang dipersiapkan untuk pelaksanaan kegiatan, sementara jadwal peluncuran masih dalam tahap koordinasi.

Kementerian PKP bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mematangkan berbagai aspek persiapan, khususnya terkait kualitas dan keandalan produk genteng. Pembahasan lanjutan dijadwalkan berlangsung pada pekan berikutnya untuk menyelaraskan kesiapan pelaksanaan kegiatan sesuai standar yang ditetapkan.

Genteng yang disiapkan dalam agenda peluncuran di ketiga provinsi tersebut diarahkan untuk mendukung Program Bedah Rumah. Melalui pemanfaatan produk UMKM lokal yang memenuhi standar mutu, Kementerian PKP mendorong peningkatan kualitas hunian masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan usaha bagi pengrajin genteng di daerah.

Koordinasi antara Kementerian PKP dan pemerintah daerah akan terus diperkuat untuk memastikan kesiapan produksi, pemenuhan standar kualitas, serta distribusi genteng berjalan secara terukur, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan.

Turut hadir dalam rapat Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Bupati Majalengka Eman Suherman, Wakil Bupati Trenggalek Syah Mohamad Natanegara, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah Urip Sihabudin, Sekretaris Daerah Kabupaten Majalengka Aeron Randi, Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta Sri Jaya Midan, serta jajaran dinas terkait dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kabupaten Majalengka, Purwakarta, dan Trenggalek, bersama jajaran Kementerian PKP. (*)

Bantu kami meningkatkan layanan dengan mengisi survey singkat ini!

Isi Survey
Isi Survey survey