Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Hal tersebut ditegaskan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Bakalan, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Kamis (30/7). Menurutnya, BSPS bukan sekadar membangun rumah, tetapi membangun kebersamaan antara negara dan masyarakat untuk mewujudkan hunian yang layak. "Kekuatan BSPS adalah gotong royong. Negara hadir, masyarakat juga ikut berpartisipasi membangun rumahnya," ujar Menteri PKP.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri PKP meninjau rumah Ibu Suwiyah (80 tahun), salah satu dari 12 Calon Penerima Bantuan (CPB) BSPS yang telah menempati rumah tidak layak huni selama 39 tahun. Semangat swadaya juga ditunjukkan Ibu Suwiyah melalui kontribusi sebesar Rp2,5 juta untuk biaya tenaga tukang dari keluarganya. Sebagai bentuk kepedulian, Menteri PKP memberikan bantuan pribadi sebesar Rp10 juta, yang kemudian diikuti oleh Bupati Batang dengan bantuan sebesar Rp5 juta untuk mendukung penyempurnaan rumah tersebut.
Kunjungan ini juga diisi dengan simulasi Tender Rakyat yang diikuti oleh TB Surya Eko, TB Semi Jaya, dan TB Daffa Jaya sebagai bentuk pengadaan bahan bangunan yang terbuka, adil, dan transparan. Dari pagu Rp210 juta untuk 12 CPB, TB Surya Eko terpilih sebagai pemenang dengan nilai penawaran Rp205.811.000, menghasilkan efisiensi sebesar Rp4.189.000 (1,02%). Menteri PKP juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan BSPS dengan berani melaporkan jika menemukan penyimpangan, serta meminta Pemerintah Kabupaten Batang terus mengawal program agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.