Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, melakukan kunjungan kerja ke Kampung Lampion di bantaran Kali Code, Yogyakarta (29/05/2026). Kawasan yang dulunya terindikasi kumuh ini kini telah bertransformasi total menjadi permukiman yang tertata rapi, estetis, dan memiliki nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat sekitar. Langkah nyata ini menjadi bukti bahwa penataan kawasan bantaran sungai bisa dilakukan tanpa menggusur, melainkan dengan merangkul.
Apresiasi besar diberikan oleh Wamen PKP kepada Pemerintah Kota Yogyakarta atas keberhasilan menerapkan konsep “river side, river view”. Tidak hanya fokus pada estetika, penataan di Kampung Lampion juga mengedepankan kearifan lokal (local wisdom).
Pendekatan kultural ini dinilai sangat penting agar pembangunan modern tetap menjaga identitas asli kawasan dan tidak kehilangan “roh” dari kehidupan bertetangga yang guyub.
Dalam kunjungannya, Fahri Hamzah juga membagikan beberapa inovasi penting untuk masa depan permukiman Indonesia. Mulai dari konsep “gentengisasi” dengan struktur bangunan yang lebih ringan demi menekan biaya pembangunan agar lebih terjangkau, hingga sistem zonasi pada hunian bertingkat. Melalui zonasi ini, kelompok lansia dan ruang publik ditempatkan di lantai bawah demi kenyamanan, sementara generasi muda berada di lantai atas untuk menciptakan interaksi sosial yang lebih dinamis.
Ke depan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah akan terus diperkuat demi menciptakan hunian vertikal yang terintegrasi, alih-alih memperluas kota baru yang berisiko memicu urban sprawl. Semoga keberhasilan Kampung Lampion di Yogyakarta ini bisa menjadi role model dan pemantik semangat bagi kota-kota lain di Indonesia dalam membangun permukiman yang layak huni, terjangkau, dan berkelanjutan!