Bagikan: Jakarta — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait hadir dalam rangkaian Pesona Merdeka 2026, kegiatan yang digagas Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian PKP bersama Epic Market Kriya Nusantara di M Bloc Space, Jakarta Selatan, pada 18–20 Agustus 2026. Digelar dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, acara ini sekaligus dimanfaatkan sebagai ruang untuk memperkenalkan skema pembiayaan perumahan kepada masyarakat serta memberi panggung bagi produk UMKM dan ekonomi kreatif dalam negeri.Dalam rangkaian acara tersebut, DWP Kementerian PKP menggandeng BP Tapera dan Bank BRI untuk membuka gerai edukasi seputar akses pembiayaan rumah, mencakup Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan maupun Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Sasaran utama sosialisasi ini adalah anak muda, pekerja informal, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), kontraktor lokal, pemilik toko bangunan, serta pelaku UMKM, dengan petugas yang siap membantu simulasi cicilan hingga tahap awal pengajuan langsung di lokasi acara.Plafon anggaran KUR Perumahan resmi dinaikkan pemerintah, dari semula Rp34 triliun menjadi Rp50 triliun. Melalui skema ini, MBR berpeluang memperoleh pinjaman hingga Rp100 juta tanpa jaminan, dengan bunga yang dipatok mulai 0,5 persen per bulan untuk keperluan membangun atau memperbaiki rumah pribadi. Cakupan manfaatnya pun tidak terbatas pada calon pemilik rumah semata, pelaku usaha mikro, kontraktor, dan toko material bangunan juga dapat memanfaatkan skema ini sebagai modal kerja, yang pada gilirannya turut menghidupkan industri bahan bangunan lokal.Menteri PKP menegaskan bahwa pemerintah akan terus memudahkan akses pembiayaan, baik untuk kepemilikan rumah pertama maupun untuk mengembangkan usaha di sektor perumahan. "Program perumahan harus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga tempat keluarga bertumbuh dan tempat masyarakat bisa memulai serta mengembangkan usaha," ujarnya.Sebagai gambaran capaian program pembiayaan perumahan, Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri PKP sebelumnya telah meresmikan akad massal perdana yang mencakup 62.710 unit KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan pada 30 Juli 2026. Adapun selama tiga hari pelaksanaan Pesona Merdeka 2026, nilai transaksi pembiayaan yang tercatat lewat sosialisasi KUR Perumahan menembus sekitar Rp22,5 miliar, mengindikasikan tingginya minat masyarakat terhadap program tersebut.Ketua DWP Kementerian PKP, Shinta Maruarar Sirait, menyoroti pentingnya program renovasi rumah berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat lewat UMKM. "Rumah adalah tempat bertumbuh dan tempat memulai usaha. Karena itu, semakin banyak generasi muda yang memiliki rumah pertama, semakin besar pula kesempatan mereka membangun kehidupan dan ekonomi keluarga," ujarnya.Lewat penyelenggaraan Pesona Merdeka 2026, Kementerian PKP berupaya memperluas jangkauan hunian layak, mempermudah kepemilikan rumah pertama, mempercepat perbaikan rumah tidak layak huni, sekaligus memperkuat ekosistem UMKM pada sektor perumahan demi kepentingan masyarakat yang lebih luas. (adl)