Kudus — Sebanyak 92 unit Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, diresmikan pada Kamis (24/4). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk membantu masyarakat mendapatkan hunian yang lebih aman, sehat, dan nyaman. Direktur Jenderal Tata Kelola dan Pengendalian Risiko (TKPR), Azis Andriansyah beserta jajaran turut hadir langsung dalam peresmian tersebut.Berdasarkan data kesejahteraan sosial, kebutuhan perbaikan rumah tidak layak huni di Jawa Tengah masih cukup besar, dengan backlog mencapai lebih dari 1 juta unit. Di Kabupaten Kudus sendiri, sekitar 2.065 rumah masih tergolong tidak layak huni sehingga membutuhkan penanganan secara bertahap. Melalui kolaborasi program tanggung jawab sosial perusahaan dari PT Djarum yang telah berjalan sejak tahun 2022, sebanyak 270 rumah tidak layak huni di Kudus telah diperbaiki menjadi Rumah Sederhana Layak Huni. Program ini terus dilanjutkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat.Pada tahun 2025, PT Djarum juga berencana mendukung peningkatan kualitas hunian melalui pembangunan atau perbaikan sekitar 350 unit RSLH, pembangunan 2.000 unit sanitasi, serta penyediaan 200 unit rumah bagi karyawan. Program RSLH diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Rumah yang layak huni tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga memiliki struktur bangunan yang aman, ventilasi yang baik, pencahayaan yang cukup, serta fasilitas sanitasi yang sehat.Melalui kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, program peningkatan kualitas hunian seperti ini diharapkan dapat terus diperluas sehingga semakin banyak keluarga yang dapat menikmati tempat tinggal yang layak dan kehidupan yang lebih baik. (adl)