Banyumas — Upaya penyediaan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. Hal tersebut terlihat dalam seremoni groundbreaking Program Rumah Layak Huni Astra yang dilaksanakan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (20/8).Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Penyusunan Sistem Pembiayaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (PSPPKP) R. Haryo Bekti Martoyoedo yang mewakili Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Program tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas hunian masyarakat melalui renovasi rumah, khususnya bagi para petani hutan karbon.Melalui inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan, PT Astra International menargetkan renovasi sebanyak 250 unit rumah di Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Garut sepanjang tahun 2025. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan sehat.Dalam kesempatan tersebut, Direktur PSPPKP menekankan bahwa penyelesaian persoalan backlog perumahan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.“Kami menyadari bahwa dalam menangani isu backlog perumahan, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dan membutuhkan dukungan dari sektor lain karena keterbatasan anggaran. Oleh karena itu, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI/Polri, dan sektor privat/swasta,” ujarnya.Keterlibatan sektor swasta dalam penyediaan hunian layak dinilai menjadi langkah penting dalam mendukung percepatan program pembangunan perumahan nasional. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya penyediaan rumah layak huni sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Melalui kerja sama lintas sektor tersebut, pembangunan perumahan diharapkan tidak hanya mengurangi backlog hunian, tetapi juga memastikan semakin banyak keluarga Indonesia memiliki akses terhadap rumah yang layak sebagai fondasi kehidupan yang lebih sejahtera. (adl)