Kabupaten Yalimo, 27 Februari 2026 – Dalam rangka mendukung percepatan pembangunan perumahan di Papua Pegunungan, dilakukan diskusi koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Yalimo serta peninjauan lapangan di Distrik Elelim. Dalam pertemuan tersebut, disampaikan bahwa untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan, paket pekerjaan diusulkan dibagi berdasarkan distrik, dengan mekanisme pengadaan melalui penunjukan langsung kepada kontraktor Orang Asli Papua (OAP). Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa pembangunan rumah melalui APBD dengan melibatkan kontraktor lokal serta tenaga kerja OAP dan pendatang mampu mendorong perputaran ekonomi daerah dan mendapat respons positif dari masyarakat. Selain itu, Dinas Perumahan dan Permukiman Yalimo telah memiliki sumber daya yang cukup, dengan lima orang staf bersertifikat pengadaan barang/jasa dan berpengalaman sebagai PPK.Pada peninjauan teknis di Distrik Elelim, masyarakat mengharapkan pembangunan rumah permanen dengan material dinding batu, meskipun untuk distrik lain dimungkinkan penggunaan material kayu dengan pondasi permanen. Terdapat pula usulan penggunaan rangka atap baja ringan guna mempercepat pembangunan di medan yang sulit. Dari sisi pembiayaan, pembangunan rumah pada tahun 2022 berkisar Rp300 juta per unit untuk material kayu, dan diperkirakan mencapai Rp900 juta per unit jika menggunakan material batu. Saat ini, pembangunan masih dilakukan di atas tanah masyarakat yang belum bersertifikat.Dari aspek ketersediaan material, pemerintah daerah menyatakan kesiapan penyediaan bahan lokal seperti batu, pasir, dan kayu. Namun demikian, tantangan utama berada pada aksesibilitas, di mana kondisi jalan menuju Yalimo masih rusak dengan waktu tempuh sekitar lima jam dari Wamena. Alternatif distribusi logistik melalui jalur udara via Bandara Elelim menjadi opsi, meskipun berdampak pada tingginya harga material. (NSI) KementerianPKP DitjenTKPR Papua