Kabupaten Jayawijaya, 2 Maret 2026 – Dalam rangka memastikan kesiapan dan keberlanjutan pembangunan di Papua Pegunungan, dilakukan kunjungan lapangan ke sejumlah lokasi serta koordinasi dengan pemangku kepentingan di Kabupaten Jayawijaya.Kegiatan diawali dengan peninjauan Ruko Pasar Woma yang merupakan hasil rehabilitasi dan rekonstruksi pasca kerusuhan sosial tahun 2020 yang didanai APBN. Pembangunan dilaksanakan melalui mekanisme tender dengan pembagian dalam beberapa paket pekerjaan, serta telah diselesaikan secara administratif pada tahun 2020.Selanjutnya, dilakukan peninjauan Rumah Khusus Satker Pelaksanaan Jalan Wamena yang dibangun tahun 2018. Dari hasil peninjauan, disampaikan bahwa pelaksanaan pekerjaan konstruksi di lingkungan Kementerian PUPR disesuaikan dengan nilai dan tingkat risiko proyek, dengan keterlibatan pelaku usaha Orang Asli Papua (OAP) yang masih menghadapi keterbatasan kapasitas, khususnya pada proyek berskala besar.Dalam diskusi dengan pejabat perbendaharaan terkait pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan, diidentifikasi perlunya penguatan kapasitas SDM, khususnya dalam pengelolaan anggaran dan pemenuhan sertifikasi pejabat. Selain itu, dibahas pula opsi pelaksanaan melalui swakelola tipe II serta pentingnya mitigasi risiko terhadap potensi kendala pelaksanaan di lapangan.Kunjungan juga dilakukan ke Rumah Susun Mitra Misi Baptis Wamena yang direncanakan sebagai asrama bagi peserta didik. Pembangunan yang sempat terhenti direncanakan dilanjutkan melalui skema kontrak tahun jamak (MYC) 2025–2026, dengan tetap memperhatikan kesiapan administrasi, hasil pemeriksaan, serta kajian teknis kelayakan bangunan.Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan pelaksanaan pembangunan di Papua Pegunungan dapat berjalan lebih optimal, dengan memperhatikan aspek tata kelola, kesiapan pelaku usaha, serta keberlanjutan program sesuai kondisi lapangan. (NSI) KementerianPKP DitjenTKPR Papua