Gresik – Wamen PKP Fahri Hamzah mengadakan kunjungan kerja ke Bangkalan dan Waru, Sidoarjo, Jawa Timur sebagai upaya mendukung penyediaan rumah bersubsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Di dua lokasi ini, Wamen meninjau lokasi lahan potensial.
Selanjutnya Wamen Fahri berdiskusi dengan tim dari PT. Sinergi Mitra Investama (SMI) - anak usaha PT Semen Indonesia Group, yang dipimpin Dirut Wahyu A. Harun di kantornya di Gresik, Jawa Timur, pada Rabu (25/2) mengenai kemungkinan pemanfaatan lahan milik PT. SMI tersebut.
Wamen PKP menilai lahan milik di Bangkalan dan Waru sebagai lokasi dengan akses dan prospek yang potensial untuk pembangunan rumah bersubsidi, serta untuk mendukung pertumbuhan wilayah metropolitan Surabaya dan sekitarnya.
Wamen PKP menegaskan bahwa penggunaan lahan di wilayah metropolitan harus dirancang secara matang dengan mempertimbangkan kebutuhan perumahan sebagai prioritas utama.
"Pertama, kita akan cek izin lahan agar dipastikan klir. Kedua, kita putuskan penggunaan lahannya. Kemudian kita buat desainnya, kelancaran teknisnya, sampai nanti keluar harganya, barulah payungnya kami buat, kontraknya satu persatu, dengan antriannya, supplier-nya, dan pembiayaan jangka panjangnya," ujarnya.
Menurutnya, pengembangan lahan tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan perencanaan terpadu yang mencakup desain kawasan, infrastruktur pendukung, serta fasilitas umum seperti sekolah dan layanan kesehatan. Ia juga menekankan pentingnya tata kelola aset yang profesional melalui kolaborasi dengan manajemen aset. “Perusahaan yang memiliki aset perlu mengelola kepemilikannya secara optimal. Kita dorong kerja sama dengan manajemen aset agar pengembangannya komprehensif dan berkelanjutan,” tambahnya.
Wamen PKP juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pengembang dan lembaga pembiayaan untuk memastikan ketersediaan dana dalam merealisasikan proyek perumahan. “Program pembangunan rumah, membutuhkan dukungan pembiayaan yang kuat. Karena itu kolaborasi menjadi kunci, baik dalam pengelolaan aset maupun dalam skema pembiayaan,” jelasnya.