BERITA

Sabtu, 08 November 2025 36 kali

BANYUMAS – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus memperkuat akses pembiayaan perumahan dan usaha yang aman, terjangkau, dan berpihak kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya melawan praktik rentenir di daerah.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menegaskan bahwa banyak masyarakat yang membutuhkan pembiayaan rumah namun seringkali terjebak pinjaman berbunga tinggi

Hal itu disampaikan saat Sosialisasi Kredit Program Perumahan (KPP) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) serta Pembiayaan Mikro Perumahan Melawan Rentenir di Auditorium Graha Widyatama Prof Rubijanto Misman, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Sabtu (8/11/2025) malam.

“Masih banyak masyaarakat kita yang terjebak dalam lingkaran pinjaman online dan rentenir,” tutur Menteri Ara.

Melalui program Kredit Program Perumahan (KPP) dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), pemerintah hadir menyediakan pembiayaan perumahan yang legal, aman, dan berbunga rendah.

“Kami memiliki program yang lebih mudah, lebih cepat, dan lebih murah, sehingga tidak ada lagi tempat untuk rentenir,” ucap Menteri Ara tegas.

Dengan begitu, harapannya masyarakat dapat meningkatkan kualitas hidup tanpa harus masuk dalam lingkaran pinjaman yang menjerat.

Pada kesempatan itu, Presiden RI Prabowo Subianto melalui Menteri Ara juga memberikan bantuan uang tunai senilai 10 juta kepada masing-masing 10 pelaku UMKM di Kabupaten Banyumas.

Bantu kami meningkatkan layanan dengan mengisi survey singkat ini!

Isi Survey
Isi Survey survey