Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah menekankan pentingnya penguatan data perumahan serta peningkatan kualitas hunian masyarakat saat memberikan keynote speech pada Anugerah Forwapera 2026 di The Hub Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Dalam sambutannya, Fahri menegaskan bahwa penyelesaian persoalan perumahan harus dimulai dari data yang kuat dan terintegrasi. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan identifikasi yang akurat terhadap masyarakat yang belum memiliki rumah maupun yang tinggal di hunian tidak layak, sehingga program bantuan dan intervensi dapat tepat sasaran.
Ia menambahkan, fokus pemerintah diarahkan pada peningkatan kualitas hunian masyarakat melalui penataan lingkungan dan perbaikan kondisi rumah. “Perbaikan harus menyentuh hal mendasar, mulai dari kondisi atap, sanitasi, sampai pengelolaan sampah. Lingkungan yang sehat adalah bagian dari rumah yang layak,” ujarnya.
Menurut Fahri, upaya tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Gerakan Indonesia ASRI yang mendorong penataan lingkungan permukiman agar lebih bersih, sehat, dan tertata sebagai bagian dari peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Ia juga mendorong peningkatan literasi masyarakat mengenai hak atas hunian layak serta peran negara dalam memenuhinya.
“Rumah bukan sekadar komoditas, tetapi hak setiap warga negara. Negara harus hadir dan melakukan intervensi secara komprehensif agar masyarakat, terutama yang tidak mampu, tetap memiliki akses terhadap hunian yang layak,” tegas Fahri.
Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 Forwapera itu juga menjadi ajang apresiasi bagi insan perumahan dan properti. Pada kesempatan yang sama, Fahri Hamzah menerima Anugerah Tokoh Pendorong dalam Meningkatkan Akses Masyarakat terhadap Hunian Terjangkau sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan kontribusinya dalam memperluas akses perumahan bagi masyarakat.