Bagikan: Jakarta – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman bersama Badan Bank Tanah mengoordinasikan pemanfaatan lahan potensial untuk mendukung pembangunan perumahan, termasuk rumah subsidi bagi masyarakat. Rapat koordinasi dipimpin Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan, Sri Haryati di Kantor Badan Bank Tanah, Jakarta, Rabu (30/9/2026).Dalam rapat dibahas empat lahan prioritas untuk pengembangan perumahan, yakni Kendal, Batu Bara, Ungaran, dan Cilegon. Lahan Kendal seluas 2,4 hektare telah memiliki Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Sudaya Cipta Graha untuk pembangunan sekitar 180–200 unit rumah subsidi yang ditargetkan mulai dibangun pada akhir 2026. Sementara itu, lahan di Batu Bara, Ungaran, dan Cilegon direncanakan untuk dipromosikan kepada calon mitra pada minggu ketiga Oktober 2026.Selain membahas kesiapan lahan dan peluang kerja sama, rapat juga menyoroti sejumlah aspek yang perlu ditindaklanjuti, termasuk penyesuaian tata ruang di Batu Bara, pencarian mitra pengembang di Ungaran, serta kajian kelayakan lahan di Cilegon. Pemanfaatan lahan di Karawaci dan Rowosari juga masih menunggu penyelesaian proses Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada Badan Bank Tanah.Sebagai tindak lanjut, Kementerian PKP dan Badan Bank Tanah akan melanjutkan koordinasi terkait percepatan pemanfaatan lahan, penyelesaian aspek pertanahan dan tata ruang, serta perwujudan kerja sama dengan pemangku kepentingan lain dalam ekosistem perumahan. Untuk mendukung upaya-upaya ini, akan dilakukan pertemuan berkala dwi mingguan untuk memastikan kemajuan proses pemanfaatan Lahan sekaligus merumuskan penyelesaian semua permasalahan yang dihadapi.