Flores, Nusa Tenggara Timur – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Nusa Tenggara II melakukan peninjauan ke sejumlah wilayah terdampak gempa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, sebagai langkah awal mendukung pemulihan hunian masyarakat pascabencana.
Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi rumah warga yang terdampak gempa sekaligus mengidentifikasi tingkat kerusakan sebagai bahan pendataan dan perencanaan penanganan lebih lanjut. Hasil peninjauan diharapkan menjadi dasar dalam merumuskan langkah pemulihan dan rekonstruksi hunian sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat di lapangan.
Dalam upaya penanganan pascabencana, koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait menjadi bagian penting untuk memastikan proses pemulihan berjalan secara terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.
Balai P3KP Nusa Tenggara II berkomitmen mendukung upaya pemulihan hunian masyarakat melalui koordinasi, pendataan, dan penyiapan langkah penanganan sesuai dengan kebijakan serta ketentuan yang berlaku.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pihak terkait, diharapkan upaya pemulihan pascagempa di Flores dapat berjalan secara optimal sehingga masyarakat dapat kembali menempati hunian yang layak, aman, dan nyaman.
Pemulihan hunian bukan sekadar membangun kembali rumah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memulihkan rasa aman dan mendukung kehidupan masyarakat untuk bangkit kembali setelah bencana.