Dalam rangka mensukseskan dan mengawal program Bedah Rumah BSPS benar-benar tersalurkan ke masyarakat yang membutuhkan, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait meninjau langsung kondisi rumah usulan calon Penerima Bedah Rumah BSPS di Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Balikpapan, Kalimantan Timur. Selasa, 05 Mei 2026.
Diagenda ini, turut pula dihadiri Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud, Direktur Jenderal Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati, Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Kementerian PKP Anggoro Putro beserta tamu undangan lainnya.
Usai meninjau dan berdialog bersama calon penerima bantuan, Menteri Ara--sapaan akrab Menteri PKP mengungkapkan, masih banyak rumah rakyat yang wajib mendapatkan bantuan Bedah Rumah BSPS. Ia pun merasa iba dengan kondisi rumah dua calon penerima bantuan Bedah Rumah BSPS di Kelurahan Teritip. Di mana, rumah berbahan kayu tersebut sangat tidak layak huni.
"Bisa dibayangkan, rumah seperti ini jika jatuh (roboh) seperti apa?" ungkap Menteri Ara usai meninjau kondisi fisik bagian dalam dan rumah usulan calon penerima bantuan.
Kepala Balai P3KP Kalimantan II Mustofa Otfan menjelaskan, di tahun 2026 ini, kuota Bedah Rumah BSPS di Kaltim ditargetkan 2.205 unit atau naik lebih dari 330 persen. Di tahun 2025 lalu, Kementerian PKP melalui Balai P3KP Kalimantan berhasil menuntaskan Bedah Rumah sebanyak 655 unit. Setelah kunjungan Menteri Ara kemarin (05/05), di Kaltim, kuota Bedah Rumah BSPS dinaikkan lagi menjadi 3.000 unit utamanya untuk membantu masyarakat yang berada di perbatasan dan pedalaman sehingga masyarakat merasakan negara turut hadir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bahkan di Kota Balikpapan, pengerjaan Bedah Rumah yang dijadwalkan 20 Mei dipercepat menjadi 15 Mei 2026.
Menteri Ara mengatakan, langkah ini sebagai wujud nyata Kementerian PKP menyediakan rumah layak huni demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.